Viral Warga Tolak Pemadaman Karhutla di Kobar, Polisi Duga ODGJ

Kalimantan Tengah

Viral Warga Tolak Pemadaman Karhutla di Kobar, Polisi Duga ODGJ

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 18:30 WIB
Polisi sebut warga yang tolak pemadaman karhutla diduga ODGJ.
Polisi sebut warga (topi merah) yang tolak pemadaman karhutla diduga ODGJ. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Barat -

Video yang memperlihatkan seorang warga menolak petugas Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat hendak melakukan pemadaman di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar), sempat viral di media sosial. Peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026).

Saat itu, personel Satgas Karhutla hendak melakukan pemadaman di lahan yang terbakar. Namun, langkah petugas sempat terhenti setelah seorang warga melarang mereka masuk ke lokasi.

Penolakan itu disampaikan secara langsung dan terekam dalam video yang kemudian beredar luas. Situasi tersebut sempat menimbulkan perhatian karena terjadi ketika petugas tengah berupaya menangani kebakaran lahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kapolsek Kumai Ipda Kamalul Fahmi mengatakan warga yang menolak pemadaman karhutla itu diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Yang melarang itu diduga ODGJ, adik dari yang punya rumah," ujar Kamalul Fahmi saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Menurut Kamalul, penolakan yang terjadi tidak sampai berujung pada kekerasan. Tidak ada kontak fisik antara warga tersebut dengan personel Satgas Karhutla.

"Kemarin, penolakan hanya dengan kata-kata. Harap maklum karena kondisinya memang begitu," katanya.

Setelah mengetahui kondisi warga tersebut, pemilik rumah kemudian memberikan izin kepada petugas untuk melanjutkan proses pemadaman. Kendaraan tangki pemadam juga dipersilakan masuk ke halaman rumah.

"Saat ini api sudah padam, tinggal ada asapnya karena lahan gambut," jelas Kamalul Fahmi.

Polisi mengimbau agar kejadian tersebut tidak disalahpahami. Penolakan petugas dalam video yang sempat viral itu disebut berkaitan dengan kondisi warga yang diduga mengalami gangguan jiwa, bukan bentuk penolakan masyarakat secara umum terhadap upaya pemadaman karhutla.

Sebelumnya, upaya petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Bahari, Desa Sungai Tendang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (7/9/2026), sempat diwarnai ketegangan. Tim gabungan Satgas Darat Penanggulangan Karhutla yang datang ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api justru mendapat penolakan dari sejumlah warga.

Petugas diminta tidak melakukan penyemprotan di sekitar sebuah bangunan besar berkonstruksi beton yang berada di kawasan tersebut. Padahal api saat itu membakar vegetasi semak belukar. Kondisi angin yang cukup kencang membuat petugas khawatir kobaran api dengan cepat merembet ke area lain.

Ketegangan sempat terjadi ketika petugas tetap berupaya masuk dan melakukan penyemprotan air. Warga tampak adu mulut dengan petugas yang memberi penjelasan terkait pencegahan agar api tidak semakin membesar.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads