6 Penerbangan di Pangkalan Bun Batal, Ikut Terdampak Abu Anak Krakatau

6 Penerbangan di Pangkalan Bun Batal, Ikut Terdampak Abu Anak Krakatau

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 07 Sep 2026 16:00 WIB
Ilustrasi Hari Penerbangan Sipil Internasional 2022
Ilustrasi penerbangan/Foto: Sui Suadnyana/detikcom
Kotawaringin Barat -

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mengusik konektivitas udara dari dan menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sedikitnya enam penerbangan Batik Air dan Nam Air dibatalkan pada Senin (7/9/2026).

Pembatalan tersebut berkaitan dengan kondisi abu vulkanik, serta penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (CGK) yang berdampak pada penerbangan yang memiliki koneksi dengan Jakarta maupun sejumlah kota lainnya. Berdasarkan pembaruan operasional Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada periode pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, enam rangkaian penerbangan dinyatakan batal.

"Dari maskapai Batik Air, tiga penerbangan yang terdampak yakni ID6202/ID6203 rute Jakarta (CGK)-Pangkalan Bun (PKN)-Jakarta, ID6302/ID6303 rute Semarang (SRG)-Pangkalan Bun-Semarang, serta ID6204/ID6205 dengan rute Jakarta-Pangkalan Bun-Jakarta," ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, tiga penerbangan Nam Air yang batal masing-masing IN190/IN195 rute Jakarta-Pangkalan Bun-Semarang, IN196/IN193 rute Semarang-Pangkalan Bun-Surabaya, serta IN192/IN191 rute Surabaya-Pangkalan Bun-Jakarta.

"Meski sejumlah penerbangan harus dibatalkan, kondisi fasilitas Bandara Iskandar sendiri dipastikan masih normal. Tidak terdapat gangguan pada fasilitas sisi udara maupun sisi darat bandara," katanya.

Dalam laporan pembaruan penerbangan disebutkan jarak pandang mencapai 4.000 meter dengan kondisi terdapat asap. Sedangkan kecepatan angin berada di angka 8 knots.

"Di tengah pembatalan tersebut, masih ada penerbangan yang tetap beroperasi. Salah satunya Batik Air ID6135/ID6134 rute Surabaya (SUB)-Pangkalan Bun (PKN)-Surabaya (SUB)," ujarnya.

Perubahan jadwal membuat sejumlah penumpang mendatangi pihak maskapai di bandara untuk memastikan kepastian perjalanan mereka. Penumpang yang terdampak diarahkan mendapatkan informasi resmi terkait opsi reschedule maupun refund dari masing-masing maskapai.

Pihak Bandara Iskandar bersama maskapai, ground handling dan stakeholder terkait juga terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi udara untuk mengantisipasi perubahan terhadap penerbangan berikutnya.

Dari sisi keamanan, situasi Bandara Iskandar tetap aman dan kondusif. Personel Aviation Security (AVSEC) tetap menjalankan pengawasan terhadap penumpang, barang, personel, serta seluruh area bandara sesuai prosedur.

Monitoring juga diperketat di kawasan terminal, terutama area publik, keberangkatan dan ruang tunggu. Petugas disiagakan untuk memberikan informasi serta menangani potensi ketidakpuasan penumpang dengan pendekatan persuasif dan humanis.

"Hingga pukul 11.00 WIB, operasional Bandara Iskandar secara umum masih berjalan aman dan terkendali. Perkembangan kondisi abu vulkanik dan pengaruhnya terhadap penerbangan selanjutnya masih terus dipantau," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads