Bagas-Indah Gagal ke Semifinal Indonesia Masters, Tumbang di Gim Penentuan

Indonesia Masters 2026

Bagas-Indah Gagal ke Semifinal Indonesia Masters, Tumbang di Gim Penentuan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Sabtu, 05 Sep 2026 08:00 WIB
Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil ganda campuran Indonesia mengakhiri langkahnya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (dok PBSI)
Foto: Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil ganda campuran Indonesia mengakhiri langkahnya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. (dok PBSI)
Pontianak -

Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus mengakhiri langkahnya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Ganda campuran Indonesia itu kalah dramatis dari wakil China, Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi, pada babak perempat final.

Bermain di Pontianak, Jumat (4/9/2026), Bagas/Indah harus melewati pertandingan tiga gim. Mereka menyerah dengan skor 11-21, 22-20, 17-21.

Bagas/Indah sebenarnya sempat bangkit setelah kehilangan gim pertama. Tertinggal jauh pada gim awal, mereka mampu merebut gim kedua dengan kemenangan ketat 22-20.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, momentum tersebut tak mampu dipertahankan pada gim penentuan. Setelah terlibat kejar-kejaran angka hingga 17-17, Bagas/Indah justru kehilangan ketenangan dan akhirnya harus menyerah.

"Kami tidak memulai pertandingan dengan baik, sampai interval gim kedua masih kesulitan. Tapi setelah itu kami komunikasi dan berusaha lebih baik lagi," kata Bagas.

Bagas menyebut arahan pelatih untuk bermain lebih tenang membantu mereka mengubah permainan hingga mampu memaksakan gim ketiga.

"Pelatih juga mengingatkan untuk lebih tenang dan akhirnya lumayan bisa balik permainannya, bisa kembali main normal," ujarnya.

Meski gagal melaju ke semifinal, Bagas menilai penampilannya dalam dua turnamen terakhir bersama Indah memberikan pengalaman berharga. Apalagi, sektor ganda campuran merupakan pengalaman baru baginya.

"Hasil dua turnamen ini cukup baik menurut saya, bisa sampai ke perempat final di ganda campuran yang sekali lagi tidak mudah buat saya yang baru merasakan," tutur Bagas.

Ia pun bertekad menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

"Saya tetap akan berbenah untuk turnamen berikutnya, tetap latihan lagi. Ini pembelajaran buat saya ke depannya," katanya.

Sementara itu, Indah mengakui mereka kehilangan kesabaran pada momen krusial gim ketiga. Setelah skor sama kuat 17-17, Bagas/Indah justru terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Di gim ketiga setelah kejar-kejaran sampai poin 17-17, kami malah kurang sabar. Terlalu terburu-buru," kata Indah.

Indah menilai hasil pertandingan sebenarnya bisa berbeda jika mereka mampu kembali memainkan pola permainan sendiri. Ia juga mengaku sempat dibuat kagok oleh gerakan-gerakan lawan di lapangan.

"Andai kami bisa main dengan pola kami, mungkin hasilnya bisa berbeda. Gerakan mereka banyak yang tidak perlu tapi malah membuat kami kagok," ujarnya.

Dukungan penonton di Istora Pontianak juga disebut membuat mereka semakin ingin memberikan penampilan terbaik. Namun, tekanan suasana pertandingan membuat Bagas/Indah kesulitan menjaga kontrol emosi di poin-poin akhir.

"Kami berusaha untuk tenang tapi mungkin terbawa hawa di lapangan, apalagi dengan dukungan penonton pasti kami mau memberikan yang terbaik. Tapi kurang bisa kontrol," tutur Indah.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads