Helikopter water bombing di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jawa Timur untuk sementara dialihkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Sumatera dan Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk mengutamakan kondisi yang lebih parah.
"Water bombing ditarik sementara untuk kebakaran yang lebih parah yakni Kalimantan dan Sumatra," kata Kabag TU Balai Besar TNBTS Bambang Suryono kepada detikJatim, Rabu (2/9/2026).
Kini petugas gabungan melakukan pemadaman di Bromo secara manual dengan menggunakan ranting pohon untuk memukul api. Petugas juga melakukan penyekatan dan penyemprotan menggunakan jet shooter agar kobaran api tidak meluas.
"Kita lakukan penyemprotan dengan jet shooter dan penyekatan," lanjutnya
Sebanyak 50 petugas gabungan dikerahkan untuk memadamkan api di sejumlah titik kebakaran. Puluhan petugas tersebut terdiri dari personel TNBTS, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga.
"Saat ini ada 50 orang petugas gabungan dari berbagai unsur berusaha memadamkan api," ujarnya.
Bambang mengatakan titik kebakaran berada di kawasan Pos Satu, Pos Dua, Ayek-Ayek, dan Kalimati. Hingga kini, petugas gabungan masih berjaga dan berupaya mengendalikan api agar tidak merambat ke kawasan hutan lainnya.
Baca artikel selengkapnya di sini.
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(bai/bai)