Kuota BBM Pertalite di Kota Balikpapan masih mengalami ketimpangan dengan kebutuhan masyarakat. Itu seiring melonjaknya permintaan BBM subsidi tersebut.
Manager Retail Sales Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, memastikan terkait penambahan kuota sepenuhnya menjadi kewenangan BPH Migas sebagai regulator. Namun, persoalan tersebut akan disampaikan kepada manajemen pusat.
"Kami akan sampaikan ke pimpinan terkait usulan penambahan kuota ke BPH Migas sebagai regulator. Karena itu menyangkut APBN, sehingga akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara," ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Pemkot Balikpapan sebelumnya mengusulkan 153.821 KL untuk kuota Pertalite 2024, tetapi pemerintah pusat hanya menyetujui 136.815 KL. Setahun kemudian, usulan naik menjadi 160.945 KL, tetapi kuota yang disetujui justru turun menjadi 68.796 KL.
Kondisi serupa terjadi pada 2026, ketika kebutuhan yang diajukan kembali meningkat menjadi 177.039 KL, kuota yang disetujui hanya 51.868 KL. Itu menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Penurunan kuota juga terjadi dalam pengajuan BBM jenis Biosolar di 2024, di mana usulan 80.607 KL hanya disetujui 74.864 KL. Sementara di 2025, dari usulan 84.637 KL, pemerintah pusat menyetujui 66.157 KL. Pemkot Balikpapan kembali mengusulkan 88.667 KL pada 2026 dan mendapat persetujuan 83.214 KL. Terpangkas dari permintaan kuota awal.
"Angka-angka kuota BBM itu sudah dibuka sejak awal dan sudah dibahas dalam pertemuan dengan Pemkot Balikpapan. Pengajuan tambahan kuota harus disampaikan ke BPH Migas, dan itu mestinya dari pemkot, bukan dari Pertamina," kata Addieb.
Penyaluran BBM bersubsidi menjadi semakin kompleks akibat ketimpangan antara kuota dan kebutuhan masyarakat. Addieb mengatakan Pertamina juga akan melakukan pengawasan terhadap mekanisme penyaluran BBM bersubsidi. Salah satunya memastikan sistem barcode sesuai ketentuan.
"Jika nomor polisi tidak sesuai dengan sistem, langsung kami laporkan. Namun untuk penindakan, kami butuh bantuan dan kerja sama dari Forkopimda," pungkasnya.
Simak Video "Menjelajahi Keindahan Alam di Labuan Cermin dan Menikmati Panorama di Berau "
(sun/aau)