Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Para petugas pun berusaha keras memadamkan api, butuh waktu lama dan keberanian sebab medan yang dihadapi terbilang sulit.
Dalam kurun waktu satu hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sedikitnya ada empat titik api yang muncul di lokasi berbeda pada Senin (31/8/2026) kemarin.
Empat titik karhutla tersebut tersebar di area pertambakan Jalan Aki Babu, kawasan Manggatal; area permukiman SD 041 Pasir Putih; kawasan Jalan Bengawan, Kelurahan Juata Permai; dan Jalan Bhayangkara RT 18, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat kejadian yang masuk. Titik di Pasir Putih alhamdulillah berhasil dipadamkan oleh masyarakat, sementara di Manggatal di-backup oleh teman-teman PMK Kota dan PMK Pertamina," kata Koordinator Penanganan Karhutla BPBD Kota Tarakan, Abd Razak, Selasa (1/9).
"Lalu 2 titik sisanya berada pada wilayah Juata Permai dan Juata Laut ditangani tim kerja gabungan dari BPBD, TNI polri, dan relawan," sambung dia.
Diakui Razak, proses pemadaman di lapangan tak berjalan mulus. Tim gabungan sempat kesulitan menembus titik api karena kondisi geografis lokasi kejadian.
"Kendalanya adalah ini lokasi baru. Medannya cukup sulit karena berbukit, dan akses jalan masuk ke TKP memang tidak terjangkau (armada). Kita sempat dua kali mencari titik akses, ternyata akses di sebelah pemadam lebih jauh dari titik awal yang kita rencanakan," ungkap Razak.
Penanganan paling masif dilakukan di kawasan Juata Permai dan Juata Laut, pihaknya menerima laporan resmi via Call Centre 112 masuk pukul 18.43 Wita, dan tim tiba di lokasi pukul 19.30 Wita. Operasi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari Tim Gabungan lintas instansi.
Petugas BPBD dan tim gabungan usai menjinakkan api di Juata Permai, Tarakan pada Senin (31/8) malam. (BPBD Tarakan) |
"Cukup cepat respons dari instansi-instansi yang mendukung penanganan karhutla ini. Tim yang tergabung membawa masing-masing unit pemadam kebakarannya," jelas Razak.
Untuk menaklukkan api, armada tempur dan medis yang dikerahkan ke lokasi terdiri dari 1 unit fire truck BPBD, 2 unit fire truck Batalyon 613 Raja Alam, 1 unit fire truck Kodim 0907, 1 unit mobil relawan Korlakar, serta mobil patroli Polsek Utara. Batalyon 613 dan PMI juga menyiagakan masing-masing satu unit ambulans di lokasi.
"Unsur yang terlibat meliputi BPBD Kota Tarakan, TNI AD dari Batalyon 613 Raja Alam dan Kodim 0907, TNI AU, Polsek Utara, PMK/Satpol PP, Babinsa Juata Permai dan Juata Laut, PMI, relawan Korlakar, hingga dibantu warga setempat," bebernya.
Berkat sinergi cepat, kobaran api yang melahap lahan yang diperkirakan seluas total sekitar 350 meter persegi di wilayah Juata itu berhasil dilokalisir agar tak menjalar. Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan rampung dan aman sepenuhnya pada pukul 20.45 Wita.
"Terkait pemicu kebakaran beruntun ini, kami menyoroti kondisi kemarau panjang yang melanda Tarakan," jelasnya.
Selain faktor alam, aktivitas pembukaan lahan oleh oknum tak bertanggung jawab diduga kuat menjadi penyebab utama.
"Kondisi kekeringan kita masih panjang. Selain faktor alam, biasanya ada oknum yang tidak bertanggung jawab membuka atau membersihkan lahan tanpa memperhatikan faktor pencegahan supaya api tidak meluas," tegasnya.
Saat ini, pihak BPBD belum merinci total luasan lahan yang terdampak dari keempat lokasi tersebut. Khusus untuk kawasan tambak di Aki Babu, petugas akan melakukan pemetaan dari udara.
"Kalau daerah Aki Babu belum kita hitung, karena anggota tim kami tadi berangkat terpecah. Besok kita akan terbangkan drone untuk menghitung kembali semua titik yang terjadi malam ini," tutup Razak.

