Belasan negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat menggelar latihan militer gabungan tahunan bertajuk "Super Garuda Shield" mulai Senin (31/8) hingga 11 September mendatang. Lokasi latihan antara lain di Sumatera dan Kalimantan.
Dikutip dari detikNews, latihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan "mencegah agresi" di kawasan Asia-Pasifik. Hal tersebut disampaikan Patrick J. Ellis, Komandan Divisi Infanteri Keempat Amerika Serikat.
"Lanskap keamanan Indo-Pasifik sangat kompleks dan kesiapan tidak dapat ditingkatkan secara tiba-tiba ketika krisis dimulai," katanya di sebuah sekolah militer di Bandung, tempat latihan militer resmi dimulai, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (31/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Latihan tahunan ini sudah dilangsungkan selama hampir dua dekade. Edisi tahun ini akan melibatkan 4.700 tentara dari negara-negara termasuk Inggris, Prancis, dan Jepang.
Sementara Timor Timur, Italia, Thailand, dan negara-negara lain telah mengirimkan pengamat. Indonesia telah meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat menjadi "Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama" pada bulan April lalu.
Ellis mengatakan pada hari Senin (31/8) bahwa itu merupakan bukti peran Indonesia sebagai "jangkar vital bagi stabilitas regional".
Super Garuda Shield ini digelar setelah militer Indonesia menggelar latihan bersama militer China bulan ini, yang dikecam oleh Taiwan. Taiwan menyebut latihan gabungan itu "provokasi" karena diselenggarakan di sekitar pulau mereka.
Baca artikel selengkapnya di sini.
