Menhan Bicara Peluang Warga Dayak Masuk TNI, Bakal Dapat Privilege

Nasional

Menhan Bicara Peluang Warga Dayak Masuk TNI, Bakal Dapat Privilege

Anggi Muliawati - detikKalimantan
Senin, 31 Agu 2026 17:41 WIB
Seorang pria Suku Dayak Bidayuh mengayunkan tongkat bendera setelah berhasil mencapai puncak bambu usai beratraksi panjat bambu terbalik pada pelaksanaan Gawai Nyobeng atau Nibakng di Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Senin (15/6/2026). Atraksi yang menampilkan ketangkasan, kekuatan fisik, dan keseimbangan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian perayaan adat sebagai wujud pelestarian budaya masyarakat Dayak Bidayuh. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/bar
Suku Dayak di Kalimantan Barat. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Jakarta -

Kementerian Pertahanan menindaklanjuti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah pejabat terkait beberapa hal, salah satunya penyesuaian syarat rekrutmen prajurit TNI bagi suku Dayak pedalaman. Menhan Sjafrien Sjamsoeddin mengatakan akan ada penyesuaian syarat penerimaan bagi warga Dayak pedalaman, termasuk yang memiliki postur tubuh kurang tinggi.

Dilansir detikNews, Sjafrie menyampaikan perkembangan rencana penerimaan prajurit dari suku Dayak pedalaman itu setelah rapat bersama Komisi I DPR di Jakarta pada Senin (31/8). Sjafrie menegaskan ada permintaan untuk penyesuaian persyaratan sehingga warga Dayak pedalaman bisa mendapatkan kesempatan lebih besar menjadi prajurit.

"Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan peluang untuk bisa masuk RNI, yang pendek-pendek kasih sedikit privilege lah," kata Sjafrie.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sjafrie menambahkan bahwa tidak ada arahan khusus dari Prabowo mengenai rencana ini. Ia hanya menyebut arahan yang bersifat umum terkait berbagai isu sekaligus, bukan hanya tentang rekrutmen prajurit.

"Nggak ada (instruksi khusus), instruktinya tingkatkan kewaspadaan," lanjutnya.

Ia juga enggan membeberkan hal-hal yang dibahas dalam rapat Prabowo bersama sejumlah pejabat di Hambalang tersebut. Menurutnya, pertemuan itu masih bersifat terbatas dan belum bisa dipublikasikan.

"Saya nggak bisa menjelaskan soal itu. Itu rapat terbatas," tegasnya.

Rapat terbatas itu digelar pada Sabtu (29/8) sore lalu dan dihadiri sejumlah pejabat. Selain Menhan Sjafrie, ada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan itu sendiri diketahui dari unggahan Teddy di Instagram Setkab. Dalam unggahan itu, Teddy menyebut Prabowo membahas sejumlah persoalan mulai dari penanganan pascagempa NTT hingga kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai beberapa hal antara lain, penyesuaian syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatera," tulisnya.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads