Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kualitas udara di Kabupaten Berau dan Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), berpotensi masuk kategori tidak sehat dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut muncul di tengah tingginya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama kemarau.
Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin mengatakan secara umum kualitas udara di Kaltim masih berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun kondisi berbeda diprediksi dapat terjadi di Berau dan Paser.
"Berdasarkan informasi kualitas udara BMKG, kondisi kualitas udara di Kaltim secara umum pada kategori baik hingga sedang. Namun ada peluang untuk tiga hari ke depan wilayah Berau dan Paser diprediksi dalam kondisi yang tidak sehat," ujar Huda kepada detikKalimantan, Kamis (27/8/2026).
Huda mengatakan tingginya jumlah hotspot menjadi salah satu kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Berdasarkan pengamatan BMKG pada Selasa (25/8), titik panas tertinggi di Kaltim terpantau berada di Berau, Paser, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Kartanegara (Kukar).
"Menurut pengamatan, hotspot tertinggi terjadi di sekitar Kabupaten Berau, Paser, Kutim, dan Kukar," katanya.
Bahkan secara akumulasi selama Agustus, Berau, Kutim, dan Kukar menjadi tiga kabupaten dengan jumlah hotspot terbanyak di Kaltim. Meski demikian, Huda menegaskan banyaknya titik panas tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan daerah yang akan terdampak asap.
"Jika titik panas tinggi tentu akan meningkatkan risiko terjadinya karhutla dengan cukup mudah, namun kita lihat juga sumber api atau asap dan pergerakan arah angin," jelasnya.
Menurut Huda, arah angin memiliki peran penting dalam menentukan pergerakan asap dari suatu wilayah yang mengalami kebakaran. Asap dapat terbawa ke daerah lain mengikuti dinamika angin yang terjadi saat karhutla berlangsung.
"Apakah jika terjadi kebakaran di sekitar selatan IKN, misalnya di Paser dan kemudian menimbulkan asap yang pekat dan tebal akan terbawa hingga area IKN atau berbelok lebih ke barat laut ataupun sebaliknya," terangnya.
(sun/des)