Kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk di Jalan Sulawesi, Gang Buntu, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Rabu (26/8/2026). Satu rumah dua lantai hangus terbakar.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.40 Wita. Petugas langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemadaman.
"Di Jalan Sulawesi atau yang kita kenal Gang Buntu ini terjadi kebakaran. Karena kondisi rumah di sini cukup padat, semua sektor tadi kita keluarkan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, lebih dari 15 mobil pemadam dan kendaraan pendukung dikerahkan dalam insiden tersebut. Dengan melibatkan unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, serta PHM Pertamina.
Kerumunan warga di sekitar lokasi turut menghambat mobilitas petugas saat melakukan pemadaman. Sehingga petugas turut mengatur pergerakan kendaraan untuk menjangkau titik kebakaran melalui akses jalan yang sempit.
"Kesulitannya banyak warga di lokasi, sehingga petugas sedikit sulit melintas untuk melakukan pemadaman," kata Usman.
Api dikendalikan sekitar pukul 17.10 Wita. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dalam kebakaran tersebut, balita DV (4) meninggal dunia setelah diduga terjebak di lantai dua rumah. "Informasi sementara, korban terjebak di lantai dua. Satu rumah yang terbakar merupakan rumah korban. Anak tersebut kemudian berhasil dievakuasi dan sempat dilarikan ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo," tutur Usman.
Dokter forensik RSKD Balikpapan, Heriyadi Bawono Putro, membenarkan korban telah meninggal dunia dengan mengalami luka bakar hingga 97 persen. Luka bakar tersebut juga masuk dalam kategori derajat 4.
"Benar, (korban) meninggal dunia. Luka bakarnya sangat parah dengan luas mencapai 97 persen. Luka bakar tersebut juga masuk dalam kategori derajat 4," jelasnya, saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, Tim Piket Respons Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim ikut berpartisipasi dalam penanganan pascakebakaran. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.46 Wita setelah menerima laporan kebakaran.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Ronny Suseno, melalui Danyon A Pelopor, Kompol Iwan Pamuji mengatakan personel kemudian melakukan pendinginan di sekitar rumah untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
"Setibanya di TKP api sudah berhasil dipadamkan oleh warga dan damkar. Tim kami langsung melakukan pendinginan di seputaran lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang menyala kembali," tuturnya.
Dalam kejadian tersebut, petugas mencatat satu rumah warga terbakar. Penanganan kemudian dilanjutkan dengan sterilisasi area di sekitar lokasi.
"Hingga berita ini diterbitkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tim Brimob bersama warga dan instansi terkait masih melakukan sterilisasi lokasi," tegas Iwan.
Pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Salah satunya memastikan aktivitas kelistrikan dan penggunaan kompor.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari arus listrik dan kompor saat ditinggalkan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"
[Gambas:Video 20detik] (sun/aau)
