Mengenal Sungai Barito, Ikon Kalimantan Tengah

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Rabu, 26 Agu 2026 07:01 WIB
Foto: Suasana Tepian Sungai Barito di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. (Pasangmata.com)
Balikpapan -

Sungai Barito merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Kalimantan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Aliran sungai ini membentang melewati wilayah Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi bagian penting dari bentang alam dan identitas kawasan Kalimantan.

Keberadaan Sungai Barito tidak hanya berkaitan dengan kondisi geografis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya. Sejak dahulu, sungai menjadi jalur transportasi dan aktivitas perdagangan bagi masyarakat.

Hingga kini, kawasan Sungai Barito masih menjadi salah satu jalur penting bagi pergerakan masyarakat dan distribusi berbagai komoditas.

Mengenal Sungai Barito

Sungai Barito Foto: detik

Sungai Barito atau dikenal juga dengan Sungai Dusun, merupakan salah satu dari rentetan sungai besar yang ada di Pulau Borneo. Lebih tepatnya nomor dua terluas di Kalimantan setelah Sungai Kapuas.

Sungai Barito merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Selatan. Lebarnya rata-rata 650-800 meter dengan kedalaman sekitar 8 meter.

Sungai Barito bermuara di Laut Jawa dengan panjang sekitar 909 hingga 1.090 kilometer. Sungai ini berhulu di Pegunungan Muller, Kalimantan Tengah, lalu mengalir hingga bertemu dengan muara Sungai Negara di Kalimantan Selatan.

Nama Barito berasal dari Tanah Barito atau Onder Afdeeling Barito, yang dahulu beribu kota di Muara Teweh. Nama tersebut kemudian digunakan untuk menyebut wilayah sepanjang daerah aliran Sungai Barito hingga ke muaranya di Laut Jawa.

Sejak zaman dahulu, Sungai Barito sudah menjadi jalur transportasi utama bagi masyarakat. Bahkan hingga sekarang, kehidupan masyarakat di bantaran sungai masih sangat bergantung pada aliran air ini.

Dua kawasan permukiman terkenal yang berada di sekitar Sungai Barito antara lain Kampung Alalak dan Kampung Kuin. Berbagai aktivitas hidup di atas danau ini, termasuk pasar terapung yang terkenal.

Penting Bagi Transportasi Warga

Pedagang membawa hasil bumi berupa sayur dan buah menggunakan jukung Foto: detik

Masyarakat di pulau Kalimantan banyak memanfaatkan sungai sebagai transportasi utama, termasuk Sungai Barito. Hal ini karena debit air sungai di pulau relatif stabil sehingga cocok untuk sarana transportasi.

Apalagi, banyak masyarakat setempat biasa membuat permukiman memanjang mengikuti sungai agar dekat dengan sarana transportasi tersebut. Di wilayah Kalimantan Selatan, Sungai Barito terkenal dengan pasar apungnya.

Sebagian masyarakat tinggal di tengah insfratruktur transportasi darat yang belum memadai. Sehingga perekonomian masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai Barito sangat bergantung terhadap alat transportasi air yang disebut klotok atau jukung.

Sungai Barito Tengah Alami Pendangkalan

Sungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun Pasir Foto: Istimewa

Kemarau panjang di Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang bulan Juli-Agustus 2026 berdampak serius terhadap Sungai Barito. Debit air yang terus menyusut menyebabkan sejumlah bagian sungai mengalami pendangkalan hingga hamparan pasir dan daratan muncul di tengah aliran.

Pemandangan tak biasa itu terlihat di sekitar Jembatan Kalahien di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Jumat (21/8/2026). Gosong pasir yang terbentuk di tengah sungai membuat aliran sungai terlihat terpecah dan sebagian kawasan menyerupai hamparan pantai.

Kapal yang biasanya mengandalkan Sungai Barito sebagai jalur transportasi harus memperlambat perjalanan, mencari bagian alur yang masih memungkinkan dilalui, bahkan tertahan ketika kedalaman air tidak lagi mencukupi.

Heboh Sungai Barito di sekitar wilayah Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengalami kekeringan. Kondisi ini tersebar melalui video di media sosial yang menampilkan kondisi Sungai Barito dengan hamparan pasir di bagian tengah sungai. Foto: Dok. Kementerian PU

Sekedar diketahui, sungai Barito memiliki kedalaman yang berbeda-beda di tiap bagiannya. Kondisinya berbeda berdasarkan lokasi, bentuk, sedimentasi, pasang surut, dan musim.

Perbedaan itu berpengaruh kepada transportasi sungai. Ketika debit turun, bagian alur yang dangkal jadi sulit dilewati kapal dan tongkang.

Pemantauan kini dilakukan Kementerian PU untuk mengetahui perkembangan kondisi sungai sekaligus mengantisipasi dampak penurunan muka air terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi sungai. BWS Kalimantan III juga akan terus memperbarui informasi berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan sehingga kondisi Sungai Barito dapat diketahui secara utuh dan akurat.

Sumber:

1. Data Badan Pusat Statistik (BPS)
2. Arsip liputan detikcom
3. Buku Panduan Belajar dan Evaluasi IPS terbitan Grasindo
4. Buku Kisi-kisi Paling Update SBMPTN 2015 terbitan RuangKata
5. Buku Seri Pendalaman Soal IPS terbitan Grasindo



Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"

(aau/aau)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork