Menhut Akui Karhutla Gambut 'Bandel': Pemadaman Harus Detail

Menhut Akui Karhutla Gambut 'Bandel': Pemadaman Harus Detail

Khairun Nisa - detikKalimantan
Minggu, 23 Agu 2026 18:53 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni di lokasi karhutla Kalsel
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni di lokasi karhutla Kalsel/Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarbaru -

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni meninjau langsung karhutla di Kalimantan Selatan (Kalsel). Tanah gambut yang masih berasap menjadi perhatian utama Kemenhut.

"Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap," ujar Raja Juli, Minggu (23/8/2026).

Bahkan di lokasi dekat permukiman masyarakat, ada lahan gambut yang masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Menurutnya, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi," tegasnya.

Raja Juli meminta masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab aksi itu bisa merugikan banyak pihak. Di antaranya petugas yang memadamkan api, masyarakat yang terkena dampak, serta kerugian lain yang terjadi karena karhutla.

"Jangan ada lagi petani, atau perusahaan yang melakukan land clearing dengan cara membakar," pintanya.

Ia membeberkan berdasarkan data sipongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus mencapai 157 titik di Kalsel, kemudian turun menjadi 11 titik pada 22 Agustus pukul 21.00 WIB. Namun, berdasarkan pemantauan Minggu (23/8) pagi, jumlahnya meningkat menjadi 44 titik.

"Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44," katanya.

Ia menjelaskan hotspot tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Ia menekankan penurunan hotspot sebelumnya tidak lepas dari operasi gabungan melalui pengerahan pasukan darat dan dukungan operasi udara.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads