Sebanyak 3.759 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat (Kalbar) berdasarkan data satelit BMKG per 20 Agustus 2026. Kondisi ini terjadi di tengah prakiraan minim hujan hingga 27 Agustus mendatang, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah masih tinggi.
Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, penanganan karhutla terus diperkuat melalui operasi darat dan udara bersama BNPB, TNI, Polri, dan Manggala Agni. Dari 3.759 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 224 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 3.389 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 146 titik tingkat kepercayaan rendah. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak.
"Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi, yakni mencapai 1.795 titik, termasuk 81 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi," kata Daniel, Jumat (21/8/2026).
Selain Ketapang, hotspot juga terdeteksi cukup banyak di sejumlah daerah. Rinciannya yakni Sanggau 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, dan Melawi 190 titik. Karhutla ini tak hanya mengancam meluasnya area terbakar, tetapi kabut asap yang ditimbulkan juga mulai berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang.
"Jarak pandang sempat turun di bawah satu kilometer akibat kabut asap tebal di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya pada pagi hari," ujarnya.
Kualitas udara turut menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 pada level berbahaya di sejumlah wilayah. Di Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 309,1 mikrogram per meter kubik, sedangkan di Sungai Raya, Kubu Raya mencapai 254,1 mikrogram per meter kubik. Adapun di Jongkat, Kabupaten Mempawah, konsentrasi PM2.5 berada pada kategori tidak sehat, yakni 148,8 mikrogram per meter kubik.
Menghadapi kondisi tersebut, sejumlah helikopter water bombing dikerahkan untuk menyasar titik-titik kebakaran di antaranya di Kubu Raya, Kayong Utara, Ketapang, hingga Sambas. Selain pemadaman, pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Pesawat Cessna Grand Caravan 208B telah menyemai sekitar 9.000 kilogram garam dari total 10.000 kilogram bahan semai yang disiapkan.
Pemadaman Lahan Terbakar di Ketapang
Kejadian karhutla di Ketapang, antara lain terjadi pada 15 hektare lahan di tiga desa di Kecamatan Kendawangan. Tim gabungan Polres Ketapang, Manggala Agni, dan pemadam kebakaran perusahaan langsung turun melakukan groundcheck, pemadaman hingga pendinginan di lokasi.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, ada tiga wilayah yang terdampak dalam karhutla di Kendawangan, yakni Desa Mekar Utama, Desa Kendawangan Kiri, dan Desa Banjar Sari.
"Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, luas lahan terbakar masing-masing sekitar 8 hektare di Desa Mekar Utama, 2 hektare di Desa Kendawangan Kiri dan 5 hektare di Desa Banjar Sari," katanya, Jumat (21/8/2026).
Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"
(bai/bai)