Kabut asap menyelimuti berbagai wilayah di Pulau Kalimantan, termasuk di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Seperti di wilayah Gambut, Kertak Hanyar, Landasan Ulin, dan sekitarnya, kabut asap terjadi sejak dini hari, Jumat (21/8) hingga berdampak pada jarak pandang dan gangguan pernapasan.
Warga Pematang, Banjar, Dian (36), mengatakan masalah kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan persoalan menahun yang selalu akan terjadi di saat musim kemarau tiba. Dia seakan tak punya pilihan lain selain bertahan.
"Tidak ada pilihan lain, karena memang sudah rutin setiap tahun selalu ada kebakaran itu. Makanya kita sudah di tahap maklum dengan karhutla ini," ujar Dian, Senin (21/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menunjukan, di belakang rumah yang ia tempati merupakan lahan persawahan yang masih terbuka dan menjadi salah satu lahan yang terbakar setiap tahunnya. Perasaan takut akan api melebar hingga ke permukiman juga ia rasakan setiap harinya.
Bahkan hanya bisa berharap pemadam bisa datang secepat mungkin untuk mencegah api semakin melebar ke pemukiman. Hal ini sudah berkali-kali ia coba adukan ke pemerintah, namun tetap tidak ada penanganan terkait hal itu.
"Sudah kita coba ajukan bagaimana agar karhutla ini tidak terus terjadi, namun ya tidak ada solusi juga. Tetap saja tiap tahun kebakaran terus," terangnya.
Dian mengeluh, ia dan anak-anaknya setiap hari harus melalui jalan penuh kabut itu, kini langkah yang bisa ia ambil hanya memastikan kesehatan kedua anaknya, dan terus menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
Kendati demikian, ketakutan akan terkena ISPA juga ia rasakan. Namun, sebisa mungkin ia dan keluarga menjaga asupan dan terus meminum vitamin agar imun tubuh tidak lemah.
"Dibilang takut ya takut sebenarnya, tapi mau gimana lagi. Jadi harus dilalui aja sambil ikhtiar semoga tetap sehat," ucap Dian.
Sementara warga lainnya, Ibrahim (49) juga merasakan hal yang sama. Setiap hari, selalu ada informasi kebakaran lahan yang berasal dari wilayahnya.
Ketakutan akan kebakaran merambat ke permukiman juga dikhawatirkan Ibrahim. Meskipun, ia menyebut ada puluhan pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api, namun ia tetap khawatir dengan kobaran api yang melahap lahan.
"Sangat takut kita, tapi kita usahakan tenang dan mempercayakan penanganan api ke pemadam. Semoga karhutla ini bisa segera mereda," pungkasnya.
