Media sosial Threads dan X diramaikan dengan tangkapan layar titik api di Kalimantan yang tertangkap Google Maps. Seorang warganet menulis dalam unggahannya, bahwa terdapat banyak tanda kebakaran atau titik api tersebar di sejumlah wilayah pulau Borneo.
Dikutip detikInet dari X, tangkapan layar Google Maps memperlihatkan lingkaran merah dengan keterangan "severe fire". Warganet menyoroti banyaknya tanda tersebut dan membandingkannya dengan wilayah lain di Indonesia.
Fenomena ini menjadi perhatian karena muncul di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kekhawatiran pun bermunculan mengenai potensi kabut asap hingga kekeringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku cek sendiri di google maps dan SYOK π HAMPIR SELURUH KALIMANTAN KEBAKARAN. Sumatera, Sulawesi, Papua, Jawa, Nusa tenggara dan pulau lain juga karhutla. Ini sih hampir seluruh provinsi di Indonesia," ujar @zeavibe.
Warganet lainnya turut membagikan tangkapan layar Google Maps sembari menyerukan agar masyarakat di Kalimantan tetap waspada. Lalu, bagaimana cara melihat titik api yang tertangkap google maps?
Cara Melihat Titik Api di Google Maps
Google Maps memiliki fitur yang dapat menampilkan informasi terkait kebakaran hutan di wilayah tertentu. Informasi tersebut dapat membantu pengguna mengetahui area yang terindikasi terdampak kebakaran.
Berikut langkah-langkah sederhana untuk mengeceknya:
- Buka aplikasi atau situs web Google Maps di perangkat Anda.
- Ketik kata kunci "wildfires" atau "kebakaran hutan" pada kolom pencarian.
- Ketuk ikon Lapisan (Layers) di pojok kanan atas peta.
- Pilih opsi Detail Peta (Map Details) atau periksa apakah ada ikon peringatan krisis/darurat di area tersebut.
- Amati tanda atau lingkaran merah pada peta yang menunjukkan lokasi titik api atau area terdampak.
- Ketuk ikon atau kartu peringatan darurat tersebut untuk membaca informasi terbaru, rincian darurat, atau tautan berita terkait.
Jika melalui aplikasi Google Maps di smartphone, cukup mengetik kata kunci "wildfires" atau "kebakaran hutan", maka kamu akan diarahkan ke ikon bergambar api. Setelah mengeklik ikon tersebut, kamu akan diarahkan melihat titik api yang tersebar di Indonesia.
Informasi Terkini Karhutla dari Instansi Resmi
Namun perlu dicatat, tanda kebakaran yang terlihat di Google Maps tidak sebaiknya langsung diartikan sebagai jumlah kebakaran atau hotspot secara pasti. Informasi mengenai kondisi karhutla tetap perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi seperti BNPB, BMKG, pemerintah daerah, maupun instansi terkait.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga disarankan mengikuti informasi dan arahan terbaru dari otoritas, terutama terkait kebakaran, kualitas udara, kabut asap, dan potensi kekeringan. Adapun beberapa cara untuk memperoleh info update sebagai berikut:
1. Laman BNPB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laman resmi bnpb.go.id memiliki data bencana Indonesia. Menurut laman tersebut, data sudah diperbarui sampai hari ini, Kamis (20/8).
Adapun keterangan karhutla di lima provinsi Kalimantan tercatat sebanyak 130 kejadian. Caranya cukup klik gambar pulau Kalimantan yang terbagi menjadi lima bagian.
2. Media Sosial Kemenhut
Kementerian Kehutanan juga mengunggah info terkini karhutla di Indonesia. Adapun data diperbarui sampai kemarin, Rabu (19/8).
Titik panas diketahui meningkat dari tanggal 18 Agustus 2026. Kalimantan Tengah tercatat dengan titik panas terbanyak yakni 188 titik, disusul Kalimantan Barat.
Kemenhut turut membagikan kontak pelaporan informasi karhutla dengan menghubungi 0215704618 atau nomor WhatsApp 081310035000, serta email posko.karhutla@kehutanan.go.id.
