Antisipasi Karhutla, Bupati Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Menhut

Kalimantan Tengah

Antisipasi Karhutla, Bupati Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Menhut

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 20 Agu 2026 10:30 WIB
Petugas melakukan pemadaman karhutla di Tumbang Nusa. (BPBD Pulang Pisau)
Foto: Petugas melakukan pemadaman karhutla di Tumbang Nusa. (BPBD Pulang Pisau)
Pulang Pisau -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimpa sebagian wilayah di pulau Kalimantan turut diantisipasi Kabupaten Pulang Pisau. Tidak ingin hanya mengandalkan penanganan saat api sudah muncul, pemerintah daerah mendorong pembangunan sumber air permanen di kawasan rawan kebakaran.

Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i secara khusus meminta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan sumur bor permanen, terutama di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, yang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan karhutla.

Permintaan tersebut disampaikan Ahmad Rifa'i kepada Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni saat meninjau langsung penanganan karhutla di Tumbang Nusa, Rabu (19/8/2026). Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng, Pangdam serta sejumlah unsur terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin saya secara pribadi memohon kepada Pak Menhut agar ke depannya dibantu terkait sumur bor-sumur bor untuk pencegahan. Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi," kata Ahmad Rifa'i, Kamis (20/8/2026).

Ahmad Rifa'i menilai ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan adanya sumur bor permanen, masyarakat dan tim penanggulangan kebakaran dapat lebih cepat memperoleh pasokan air ketika terjadi kebakaran.

Menurutnya, keberadaan sumur bor permanen tidak hanya bermanfaat ketika karhutla terjadi, tetapi juga menjadi fasilitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

"Harapan kita ke depan sumur bor itu permanen dan bisa digunakan secara layak untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Selain meminta dukungan pembangunan infrastruktur sumber air, Ahmad Rifa'i juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap penanganan karhutla di wilayahnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur, termasuk personel Manggala Agni di bawah Kementerian Kehutanan yang turun langsung dalam penanganan kebakaran.

"Alhamdulillah kita dikunjungi Pak Menteri. Ada Pak Gubernur, Pak Kapolda dan Pak Pangdam juga dalam kegiatan kunjungan Menteri Kehutanan di Desa Tumbang Nusa," katanya.

Ahmad Rifa'i menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD dan seluruh unsur terkait dinilai menjadi kunci menghadapi ancaman kebakaran.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau, saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kolaborasi BNPB Pusat, Pemerintah Provinsi, Kapolda, Pangdam, Manggala Agni, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten dan seluruh pihak terkait," ujarnya.

Sementara Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu solusi ideal untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, terutama di tengah keterbatasan sumber air untuk pemadaman. Di samping itu, sumur bor permanen juga menjadi solusi untuk mengantisipasi karhutla di masa yang akan datang.

Soal pelaksanaan OMC, ia mengatakan Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Jadi yang ideal itu sebenarnya operasi modifikasi cuaca (OMC), kalau seandainya ada awan semai. Sumur bor permanen juga sangat dibutuhkan," kata Raja Juli.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads