Warga Desil 1-4 di Kotim Dapat Bantuan 30 Kilogram Beras

Warga Desil 1-4 di Kotim Dapat Bantuan 30 Kilogram Beras

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 19 Agu 2026 13:00 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras/Foto: Getty Images/iStockphoto/Fahroni
Kotawaringin Timur -

Taman Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), dipadati warga sejak Rabu (19/8/2026) pagi. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah daerah, bersamaan dengan penyaluran bantuan beras untuk periode Juli hingga September 2026.

Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar, mulai dari beras, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga elpiji 3 kilogram. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan program ini tidak hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga memastikan bantuan pangan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga berpenghasilan rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melaksanakan penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juli, Agustus dan September. Sekaligus juga membantu masyarakat, apalagi saat ini musim kemarau, serta menjaga inflasi melalui pasar murah yang kita laksanakan hari ini," ujar Halikinnor, Rabu (19/8/2026).

Ia menegaskan terdapat 10 komoditas yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah dengan stok yang cukup besar. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.

"Ada 10 komoditas yang dijual dan jumlahnya cukup banyak. Jadi masyarakat jangan khawatir, persediaannya masih cukup, termasuk stok beras yang tersedia di Bulog," katanya.

"Fokus utama dalam kegiatan ini adalah penyaluran bantuan pangan beras kepada keluarga penerima manfaat yang masuk kategori desil 1 hingga 4 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah," imbuhnya.

Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan sehingga totalnya mencapai 30 kilogram. "Khusus masyarakat yang masuk desil 1 sampai 4 atau kategori tidak mampu, bantuan ini sangat membantu. Mereka menerima 10 kilogram per bulan dan disalurkan sekaligus 30 kilogram untuk tiga bulan. Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan pokok," tutur Halikinnor.

Selain bantuan beras, Pemkab Kotim juga mendapatkan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram dari pemerintah pusat untuk mengatasi kelangkaan yang sempat dikeluhkan masyarakat. Halikinnor menyebut pengajuan tambahan kuota telah dilakukan sekitar satu bulan sebelumnya dan kini telah disetujui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

"Saya sudah mengajukan sekitar satu bulan lalu dan berdasarkan informasi dari Dirjen Migas sudah disetujui. Insyaallah ada penambahan 9.000 tabung untuk enam kecamatan," ungkapnya.

Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau. Bawang merah dibanderol Rp 35.000 per kilogram dengan stok 100 kilogram. Sementara itu, bawang putih Rp 34.000 per kilogram dengan persediaan 80 kilogram.

"Gula pasir dijual Rp 17.500 per kilogram dengan stok 250 kilogram, sedangkan telur ayam tersedia 100 krat dengan harga Rp 45.000 per krat. Untuk elpiji 3 kilogram, Agen Harapan Mentaya menyediakan 200 tabung yang dijual seharga Rp 22.000 per tabung," katanya.

Pemerintah daerah berharap, kombinasi antara pasar murah, bantuan beras 30 kilogram, serta tambahan pasokan elpiji dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas kebutuhan pokok di Kotim selama musim kemarau.



(sun/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads