Begini Progres Penanganan Jalan Longsor Akibat Pipa PDAM Bocor di Balikpapan

Kalimantan Timur

Begini Progres Penanganan Jalan Longsor Akibat Pipa PDAM Bocor di Balikpapan

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Selasa, 18 Agu 2026 18:58 WIB
Penanganan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Foto: Penanganan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ary Nindita Intan RS)
Balikpapan -

Proses penanganan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur dilaporkan telah memasuki tahap akhir. Pekerjaan fisik kini tinggal proses pengaspalan sebelum dibuka kembali.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Rita mengatakan pengaspalan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan fisik rampung. Saat ini pengerjaan pada sisi kanan jalan telah selesai.

"Tinggal pengaspalan. Sisi kanan yang menggunakan beton itu sudah selesai, kemudian bagian kiri tinggal pelapisan aspal," ujarnya, Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Rita belum dapat memastikan kapan akses jalan tersebut dapat dilintasi secara resmi. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur.

"Kita lihat dulu setelah pengaspalan kapan bisa dibuka. Status kewenangan jalan ini juga ada di BBPJN Kaltim, kita hanya membantu pembangunan. Nanti diperiksa dulu oleh mereka," ucapnya.

Perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Balikpapan melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Alokasi anggaran proyek ini mencapai sekitar Rp9,8 miliar.

"Karena dia BTT, jadi kami menyusun rencana anggaran biaya (RAB) secara simultan, estimasi sekitar Rp9,8miliar," ucapnya.

Diketahui, penanganan jalan ini berdasarkan hasil investigasi BBPJN Kaltim yang menemukan adanya kejenuhan air pada kedalaman 4 hingga 5 meter. Ini dipicu dari kebocoran pipa PDAM sehingga menyebabkan longsor.

"Ditemukan kejenuhan air pada kedalaman 4 hingga 5 meter akibat bocoran pipa PDAM. Kondisi ini menjadi salah satu faktor pemicunya longsor," kata Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana.

Sepanjang 80 meter ruas jalan tersebut dilakukan penandatanganan permanen. Konstruksi memasang sekitar 100 tiang pancang atau bor pile dengan kedalaman sekitar 4 meter.

"Terdapat 100 tiang pancang atau bor pile dalam kedalaman 4 meter. Proses perbaikan juga menggunakan teknologi mortar busa atau timbunan ringan guna mengurangi beban pada struktur tanah yang labil," pungkasnya.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads