Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada Senin (17/8) juga berlangsung di tapal batas Indonesia. Upacara digelar antara lain di dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) RI-Malaysia di Kalimantan Barat (Kalbar), yakni Jagoi Babang (Bengkayang) dan Entikong (Sanggau).
Di PLBN Jagoi Babang, upacara dipimpin oleh Sekretaris Badan Cadangan Nasional Kemenhan, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, dan diikuti sekitar 750 peserta, termasuk para pejabat perbatasan Malaysia dari wilayah Bau dan Serikin. Freddy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keutuhan NKRI di garis batas negara.
"Peringatan kemerdekaan ini menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan, dan membangun semangat kebersamaan di wilayah perbatasan," ujar Freddy, dalam keterangan tertulis, dikutip detikNews, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara di Jagoi Babang tidak hanya berisi prosesi formal, tetapi turut dimeriahkan oleh penampilan tarian Tionghoa Dayak Melayu (Tidayu) bertajuk 'Harmoni Nusa di Garis Batas', paduan suara pelajar, serta pembagian hadiah turnamen PLBN Jagoi Babang Cup Vol. II.
Upacara HUT Ke-81 RI di PLBN Jagoi Babang Foto: dok. BNPP |
Sementara itu, upacara di PLBN Entikong dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, unsur TNI-Polri, serta perwakilan pejabat perbatasan dari Tebedu, Malaysia.
Dalam amanatnya, Rifqinizamy menyoroti pentingnya peran masyarakat perbatasan untuk terus memupuk persatuan mengingat kemerdekaan diraih lewat perjuangan panjang.
"Semoga kemerdekaan kita ke-81 tahun ini terus memberikan dan memupuk rasa nasionalisme dan kebanggaan kepada kita semua," tegas Rifqinizamy dikutip Selasa (18/8/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan perbatasan adalah representasi karakter bangsa di hadapan masyarakat internasional.
"Jadilah pintu masuk dan etalase pertama yang ramah, yang memberikan kesan terbaik bagi siapa pun warga negara asing yang melintasi perbatasan," ujarnya.
Peringatan di Entikong ditutup dengan berbagai atraksi seni dan budaya, seperti Reog Ponorogo, Tari Melayu, Tari Dayak, dan atraksi pencak silat.
Baca artikel selengkapnya di sini dan di sini.

