Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya. Kondisi cukup pekat terlihat pada Selasa (18/8/2026) pagi, terutama di sejumlah ruas jalan kawasan Jalan Tingang hingga Kecamatan Jekan Raya.
Pantauan sekitar pukul 06.40 WIB menunjukkan asap begitu tebal hingga membuat jarak pandang pengguna jalan terbatas. Kendaraan yang melintas harus lebih berhati-hati karena kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Di tengah kabut asap, aktivitas warga tetap berjalan. Jalanan dipadati kendaraan, anak-anak tetap berangkat menuju sekolah masing-masing. Kondisi ini menjadi perhatian para orang tua dan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabut asap yang pekat tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang harus beraktivitas di luar ruangan. Ini tadi habis antaranak sekolah," ujar warga Palangka Raya, Adhe Ardani.
Hingga Selasa pagi, aktivitas belajar mengajar di sekolah masih berlangsung seperti biasa. Belum ada imbauan mengenai peliburan kegiatan belajar mengajar akibat kondisi kabut asap tersebut.
Sejumlah pengendara terlihat tetap melintas dengan meningkatkan kewaspadaan. Kecepatan kendaraan dikurangi untuk mengantisipasi jarak pandang yang pendek.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Palangka Raya menghidupkan kembali kekhawatiran masyarakat terkait dampak karhutla. Kondisi udara yang memburuk dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila paparan berlangsung terus-menerus.
"Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika kondisi asap semakin pekat," ujar Kadinkes Kota Palangka Raya, Riduan.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau kualitas udara serta perkembangan kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menjadi sumber kabut asap di Palangka Raya dan sekitarnya.
"Bagi pengguna jalan, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan. Jarak pandang yang terbatas membuat pengendara harus menjaga kecepatan dan jarak aman agar perjalanan tetap berlangsung dengan selamat," pungkasnya.
