Mirza Rafi Navazani menjadi salah satu pelajar asal Kalimantan Barat yang mendapat tugas penting dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Siswa SMA Negeri 1 Sintang tersebut dipercaya sebagai pembentang bendera dalam upacara penurunan Sang Merah Putih. Penugasan itu menjadi momen bersejarah bagi Rafi karena ia membawa nama Kalimantan Barat dalam upacara kenegaraan di tingkat nasional.
Mirza Rafi Jadi Perwakilan Kalbar
Mirza Rafi Navazani merupakan pelajar asal Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Rafi, begitu panggilan akrabnya, merupakan putra dari Dodik dan Eka Maya Sisilia. Ia lahir di Sintang pada 23 Juni 2010.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rafi juga mencatatkan sejarah bagi daerah asalnya. Ia menjadi putra pertama asal Sintang yang berhasil lolos hingga seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Sebelumnya, Sintang mengirimkan empat pelajar untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi di Pontianak. Setelah melalui tahapan seleksi yang berjenjang dan kompetitif, Rafi akhirnya terpilih sebagai wakil putra Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Yang membuat perjalanan tersebut semakin berkesan, pengumuman kelulusan Rafi ke tingkat nasional berlangsung tepat pada hari ulang tahunnya, 23 Juni 2026. Bagi Rafi, kabar tersebut terasa seperti hadiah ulang tahun tersendiri di usianya yang ke-16.
Sejak SMP Sudah Terbiasa Membantu Ibu
Di balik keberhasilannya menjadi Paskibraka nasional, Rafi adalah sosok pejuang yang tidak malu membantu keluarga. Sejak masih duduk di bangku SMP, Rafi sudah terbiasa membantu ibunya, Eka Maya Sisilia, berjualan kerupuk. Ia kerap membantu mengantarkan dagangan sang ibu ke sejumlah warung.
Bantuan tersebut bahkan tidak hanya dilakukan di sekitar tempat tinggalnya. Rafi juga pernah ikut mengantar dagangan hingga Pasar Sungai Durian di Sintang.
Rutinitas membantu usaha orang tua itu terus dilakukan Rafi sebelum dirinya menjalani rangkaian seleksi dan pelatihan sebagai calon Paskibraka nasional. Di sela aktivitasnya sebagai pelajar, Rafi tetap menyempatkan diri membantu keluarga.
Mirza Rafi Navazani, Paskibraka asal Sintang Kalbar. (dok Kesbangpol Sintang) |
Perjalanan Rafi Menuju Paskibraka Nasional
Menjadi anggota Paskibraka nasional bukan perjalanan yang mudah bagi Rafi. Dirinya harus melewati berbagai tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan yang cukup detail ketika mengikuti proses seleksi di Jakarta.
Dilansir berbagai sumber, Rafi menceritakan bahwa pemeriksaan kesehatan mencakup sejumlah pemeriksaan, mulai dari rontgen, mata, gigi, THT, hingga pemeriksaan kesehatan luar dan dalam.
Perjalanannya bahkan sempat mengalami hambatan. Rafi sebelumnya tidak masuk dalam daftar peserta yang melanjutkan seleksi ke tingkat pusat. Namun, setelah salah satu peserta dari Ketapang gagal dalam pemeriksaan kesehatan, Rafi mendapat kesempatan untuk kembali mengikuti tahapan pemeriksaan.
Kesempatan tersebut kemudian berhasil dimanfaatkan hingga akhirnya ia dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka nasional 2026. Keinginan Rafi untuk menjadi Paskibraka juga ternyata sudah muncul sejak duduk di bangku SMP. Sang ibu, Eka Maya, mengatakan Rafi sejak dahulu sudah menyampaikan keinginannya untuk menjadi anggota Paskibraka.
Jadi Pembentang dalam Tim Adil Makmur
Dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI, Rafi tergabung dalam Tim Adil Makmur. Tim ini dipercaya menjalankan prosesi penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka pada sore hari.
Dalam formasi tersebut, Baruno Wicaksono dari Jawa Barat bertugas sebagai Komandan Kelompok 17, Neeltje Deliana Insjowi Werimon dari Papua sebagai pembawa baki, Ismi Ulfaidah dari Sulawesi Barat sebagai cadangan pembawa baki, Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Nusa Tenggara Timur sebagai Komandan Kelompok 8, Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Nusa Tenggara Barat sebagai penggerek, sedangkan Mirza Rafi Navazani dari Kalimantan Barat bertugas sebagai pembentang.
Rafi membawa nama Kalimantan Barat dalam salah satu posisi penting pada prosesi penurunan Sang Merah Putih. Sebelumnya, pada upacara pagi, Tim Indonesia Berdaulat menjalankan tugas pengibaran bendera dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi.
Salah satu anggota tim yang berasal dari Kalimantan adalah Celina Olivia Apriani Theo dari Kalimantan Barat yang dipercaya sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih. Dengan demikian, Kalimantan Barat mengirim dua perwakilan dalam Paskibraka Tingkat Pusat 2026, yaitu Celina yang bertugas pada upacara pengibaran pagi dan Mirza Rafi Navazani yang bertugas sebagai pembentang dalam Tim Adil Makmur pada upacara penurunan bendera sore hari.
Keterlibatan Rafi dalam Paskibraka nasional menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Kabupaten Sintang. Keberhasilannya menjadi wakil Kalimantan Barat di tingkat pusat sekaligus mencatat sejarah sebagai putra pertama Sintang yang lolos hingga Paskibraka nasional.

