Rudiansyah (15), remaja asal Kelurahan Petuk Ketimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ikut turun memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dekat tempat tinggalnya. Yang bikin unik, ia mengenakan kostum Superman dengan warna biru dan merah mentereng.
Rudiansyah mengungkap alasannya mengenakan kostum itu untuk membantu petugas memadamkan api karhutla. Ia mengaku sudah lama punya kostum Superman itu, tapi sangat jarang dipakai.
"Sudah lama kostumnya punya saya. Daripada enggak kepakai, lebih baik pakai untuk madam api aja," tutur Rudiansyah kepada detikKalimantan, Minggu (16/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya Rudiansyah turun membantu pemadaman setelah pulang sekolah. Menurutnya, lebih baik melakukan kegiatan yang bisa mengurangi dampak karhutla di daerahnya daripada hanya bermain.
"Aku setelah pulang sekolah suka membantu saja, daripada di rumah main HP, lebih baik membantu mereka. Apalagi ini masuk wilayah saya," lanjutnya.
Aksi Rudiansyah ini terinspirasi dari ayahnya sendiri, Mulyadin, yang juga merupakan relawan. Mulyadin mengatakan putranya sudah cukup memahami aktivitas pemadaman karena sering ikut turun ke lapangan.
"Kalau anak saya ini dia paham sudah. Sebabnya setiap dia pulang sekolah enggak ada kegiatan, pasti dia ikut terus. Jadi dia sudah paham," ujar Mulyadin.
Tindakan Rudiansyah juga diketahui oleh Manajer Pusdalop BPBD Kota Palangka Raya, Balap. Ia menilai tindakan remaja tersebut merupakan contoh bagaimana masyarakat dapat terlibat dalam penanganan karhutla.
"Kita sangat mengapresiasi keputusan warga membantu kita di lapangan. Memang itu yang kita harapkan. Tim tidak bisa bekerja sendiri, perlu teman-teman relawan dan masyarakat yang membantu kita di lapangan," jelas Balap.
Namun, warga yang tak mampu turun langsung dalam pemadaman juga tetap bisa berkontribusi. Caranya dengan memperkuat pencegahan agar api tidak tersulut dan menjalar membakar lahan, khususnya lahan gambut.
"BPBD berharap partisipasi warga dalam penanganan karhutla terus tumbuh. Dengan kolaborasi antara petugas, relawan, dan masyarakat, upaya pengendalian kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, khususnya pada titik api yang berada di sekitar permukiman," lanjutnya.
