Kebakaran Kantor Gubernur Kalteng, Labfor Duga dari Dapur Lantai 2

Kalimantan Tengah

Kebakaran Kantor Gubernur Kalteng, Labfor Duga dari Dapur Lantai 2

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 15 Agu 2026 11:59 WIB
Gedung Biro Kesra Kantor Gubernur Kalteng Terbakar. (Istimewa)
Foto: Gedung Biro Kesra Kantor Gubernur Kalteng Terbakar. (Istimewa)
Palangka Raya -

Penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalimantan Tengah dan Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Rabu (12/8) lalu mulai diungkap. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalimantan Selatan menduga api berasal dari dapur lantai dua.

Labfor melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama lebih dari dua jam pada Jumat (14/8). Sejumlah sampel dan barang bukti dari lokasi kebakaran turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan secara ilmiah di laboratorium.

Kasubdit Fisikal Komputer Bid Labfor Polda Kalsel Kompol Sudarno mengatakan, pemeriksaan dilakukan atas permintaan Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya. Pemeriksaan awal menunjukkan titik awal api berada di lantai dua, tepatnya di area dapur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita periksa dalam olah TKP tadi lebih dari dua jam. Dipastikan api dari bagian atas, yakni di ruangan dapur," kata Sudarno, Sabtu (15/8/2026).

"Sudah kita amankan barang bukti. Kita akan periksa di laboratorium. Kita lihat nanti hasilnya, termasuk abu dan arang," ujarnya.

Sampel tersebut akan dianalisis untuk mengetahui kemungkinan adanya kandungan bahan mudah terbakar maupun zat lain yang dapat membantu mengungkap sumber api.

"Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya juga menjadi penentu apakah kebakaran murni disebabkan faktor teknis, seperti korsleting listrik, atau terdapat indikasi lain yang mengarah pada unsur kesengajaan," katanya.

Sudarno menyebut hasil uji laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu bulan. Jika ditemukan petunjuk baru, penyidik Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya akan menindaklanjutinya dengan meningkatkan proses penyidikan.

"Pokoknya kita tunggu hasil uji laboratorium. Jika ada hal lain, Polda Kalteng dan Polresta akan melakukan tindak lanjut, yakni peningkatan penyidikan," tegasnya.

Kondisi bangunan sendiri mengalami kerusakan parah. Hampir seluruh isi ruangan hangus terbakar. Dokumen yang berada di dalam gedung disebut tidak tersisa, sementara sejumlah perabot berbahan besi seperti meja, kursi, dan lemari masih terlihat karena tidak seluruhnya terbakar.

Sudarno menjelaskan, keberadaan sejumlah furnitur ikut membuat api cepat membesar sehingga kerusakan merambat dari bagian atas hingga berdampak ke lantai bawah.

Sementara itu, mengenai informasi adanya suara ledakan sebelum api membesar, polisi belum menarik kesimpulan. Suara tersebut masih mungkin berasal dari sejumlah benda yang terdampak panas, seperti trafo, alat pemadam api ringan (APAR), maupun dispenser.

"Untuk memastikan hal tersebut, penyidik juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi," katanya.

Rekaman tersebut akan diteliti untuk mengetahui aktivitas sebelum dan ketika kebakaran terjadi. Polisi akan mencermati apakah terdapat orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar gedung saat kejadian.

"Kalau ada kecenderungan di CCTV ada orang tidak dikenal atau berseliweran, bisa saja patut diduga orang pelakunya. Kalau tidak ada yang terekam, maka nihil dan dugaan lain. Pokoknya kita pastikan semua di laboratorium," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads