Santri Pangkalan Bun Salat Istisqo, Melangitkan Doa Meminta Hujan

Santri Pangkalan Bun Salat Istisqo, Melangitkan Doa Meminta Hujan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 15 Agu 2026 06:30 WIB
Sekolah Alam Pondok Pesantren Bina Insan Pangkalan Bun menggelar salat istisqa.
Sekolah Alam Pondok Pesantren Bina Insan Pangkalan Bun menggelar salat istisqa/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Terik matahari dan kondisi kering yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), membuat para santri dan santriwati Sekolah Alam Pondok Pesantren Bina Insan Pangkalan Bun ikut berikhtiar. Pada Jumat (14/8/2026), mereka menggelar salat istisqa minta hujan.

Bersama pengasuh pondok dan jemaah, para santri khusyuk menunaikan salat sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera turun di Kobar. Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan, Burhanudin, mengatakan salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan.

"Ini ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan. Semoga hujan yang turun membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat," kata Burhanudin, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kemarau tidak hanya harus dihadapi melalui upaya secara lahiriah. Situasi tersebut juga menjadi momentum bagi umat untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Burhanudin mengajak masyarakat tidak hanya berdoa ketika salat istisqa digelar. Istighfar dan doa meminta hujan hendaknya terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita perbanyak istighfar, jangan hanya saat ada kegiatan salat istisqa. Setiap saat, setiap waktu, mari memohon ampun kepada Allah dan berdoa agar hujan segera diturunkan," ujarnya.

Ia juga mengajak umat Islam di berbagai wilayah Kobar untuk menggelar salat istisqa di lingkungan masing-masing. Menurutnya, doa bersama yang dilakukan masyarakat merupakan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi kondisi panas dan kering.

"Mari kita ikuti dengan salat istisqa di tempat-tempat lainnya. Mudah-mudahan semakin banyak umat yang bermunajat dan memohon hujan kepada Allah SWT," katanya.

Tak hanya masyarakat, para khatib juga diminta ikut mengajak jemaah berdoa. Burhanudin berharap doa meminta hujan dapat disampaikan dalam khutbah sebagai pengingat bagi umat.

"Kepada para khatib, bisa melangitkan doa-doa meminta hujan pada akhir khutbah. Bisa juga materi khutbahnya seputar meminta hujan," tuturnya.

Di tengah kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, Salat istisqa yang digelar para santri Ponpes Bina Insan menjadi simbol ikhtiar dan harapan. Mereka berharap doa yang dipanjatkan bersama segera dijawab dengan turunnya hujan yang membasahi tanah Kobar.

Bukan sekadar mengusir panas, hujan yang dinanti juga diharapkan membawa kesejukan, keberkahan, serta menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi kering.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads