Asap Karhutla Buat 4 Penerbangan di Bandara Lanud Iskandar Tersendat

Kalimantan Tengah

Asap Karhutla Buat 4 Penerbangan di Bandara Lanud Iskandar Tersendat

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 14 Agu 2026 20:01 WIB
Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto. (Sigit Pamungkas)
Foto: Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto. (Sigit Pamungkas)
Kotawaringin Barat -

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widiyanto mengatakan ada empat penerbangan di Bandara Lanud Iskandar, Pangkalan Bun yang terpaksa ditunda bahkan ada yang dibatalkan.

Nugroho menyebut keterlambatan tersebut disebabkan oleh jarak pandang turun ke level yang membahayakan keselamatan penerbangan. Titik karhutla diketahui sangat dekat dengan kawasan bandara. Jaraknya diperkirakan hanya sekitar tiga kilometer.

"Sudah ada empat penerbangan yang tertunda akibat asap karhutla. Lokasi kebakarannya sangat dekat dengan bandara sehingga sangat memengaruhi jarak pandang," ujar Nugroho saat konferensi pers di Mapolres Kobar, Jumat (14/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya tertunda, terdapat pula pesawat yang akhirnya batal mendarat karena jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan pendekatan secara aman menuju landasan.

Menurut Nugroho, keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Ketika jarak pandang berada di bawah ambang keselamatan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, bahkan dibatalkan.

"Secara operasional, jarak pandang di bawah sekitar 800 hingga 1.000 meter sudah menjadi kondisi yang sangat berisiko bagi proses lepas landas maupun pendaratan. Asap pekat membuat pilot kesulitan mendapatkan visual yang cukup terhadap landasan," kata dia.

Nugroho menyebut kondisi asap kali ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan. Polisi pun telah mengamankan seorang terduga pelaku pembakaran.

"Alhamdulillah hari ini sudah ada penanganan dari Polres Kotawaringin Barat, pelaku sudah diamankan," katanya.

Ia mengingatkan, persoalan karhutla di sekitar bandara tidak boleh dianggap sepele. Jika asap terus mengepung kawasan penerbangan, dampaknya bisa merembet jauh melampaui persoalan keselamatan penerbangan.

"Jangan sampai terjadi sesuatu. Dampaknya bukan hanya pada penerbangan, tetapi juga ekonomi dan nama baik daerah kita," tegasnya.

Gangguan penerbangan berpotensi memukul berbagai sektor yang bergantung pada konektivitas udara, mulai dari aktivitas bisnis, distribusi barang, perjalanan masyarakat hingga sektor pariwisata.

"Kondisi visibilitas biasanya semakin buruk pada pagi hari. Suhu yang lebih rendah dan angin yang relatif tenang membuat asap dari kebakaran lahan bertahan lebih lama di dekat permukaan tanah," pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar dan instansi terkait kini terus melakukan penanganan serta pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Masyarakat juga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Sebab, api yang awalnya kecil dapat berkembang menjadi karhutla yang bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu transportasi dan mengancam aktivitas ekonomi daerah.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads