Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara (Diskominfo Kukar) memastikan tidak ada dokumen atau berkas penting pemerintahan yang ikut terbakar dalam insiden pembakaran ruang rapat di lantai 3. Plt Kepala Diskominfo Kukar Solihin mengungkapkan ruangan yang dibakar oleh salah satu oknum tenaga outsourcing tersebut merupakan ruang rapat umum yang tidak menyimpan arsip dokumen negara.
"Yang dibakar itu ruang rapat tempat dia bekerja di sana. Jadi di ruang rapat itu tidak ada berkas karena isinya hanya media seperti TV wall, smart TV, meja kursi rapat, dan sound system," ujar Solihin kepada detikKalimantan, Rabu (12/8/2026).
Terkait keberadaan bahan bakar jenis Pertalite yang digunakan pelaku, Solihin menyebut pihak keamanan kantor baru mengetahui hal tersebut setelah api berkobar. Pelaku diduga membawa 30 liter bahan bakar tersebut menggunakan wadah galon air minum pada pagi hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi sementara dari kawan-kawan security, pada saat pagi itu mereka membawa sekitar setengah galon air minum (berisi bahan bakar). Sebelum kejadian tidak ada yang tahu atau curiga, baru tahu setelah ada kebakaran itu," terangnya.
Meski area ruangan mengalami kerusakan berat pada fasilitas media rapat, kondisi bangunan utama dapat diselamatkan setelah api dengan cepat dipadamkan oleh petugas bersama masyarakat. Namun tidak dapat dipungkiri kerugian yang dialami tetap cukup besar.
"Kami tidak melakukan pemeriksaan internal karena memang sudah ditangani oleh pihak yang berwajib. (Kerugian) Ditaksir Rp 2 miliar lebih karena ada sarana rapat berupa TV wall, smart TV, sound system, meja kursi, dan lain-lain," pungkasnya.
Tenaga outsourcing berinisial MFA (24) itu sendiri nekat membakar ruang rapat karena diduga sakit hati jadi bahan ejekan. Saat diperiksa polisi, ia mengaku kerap difoto diam-diam dan fotonya dijadikan stiker WA bernuansa ejekan.
"Motif sementara diduga berkaitan dengan rasa kesal terduga pelaku terhadap sejumlah orang di lingkungan kantor yang menurut keterangannya kerap mengambil foto dirinya secara diam-diam dan menjadikannya bahan ejekan," ujar Elnath dalam keterangan yang diterima detikKalimantan, Selasa (12/8/2026).
