Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Seorang Menantu Perempuan

Internasional

Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Seorang Menantu Perempuan

Novi Christiastuti - detikKalimantan
Senin, 10 Agu 2026 14:30 WIB
Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dengan rangkaian upacara dan parade kehormatan yang berlangsung megah di Bandar Seri Begawan, Rabu (15/7/2026). Perayaan tersebut menjadi momen istimewa bagi kerajaan sekaligus menandai perjalanan panjang sang sultan sebagai raja yang paling lama memerintah di dunia saat ini. REUTERS/Hasnoor Hussain
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah/Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain
Balikpapan -

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Apa penyebabnya?

Dikutip detikNews seperti dilansir New Straits Times, Senin (10/8/2026), keputusan Sultan Bolkiah mencabut gelar menantunya diumumkan Kantor Kepala Protokol Kerajaan dalam pernyataan yang dirilis 8 Agustus 2026.

Gelar kerajaan yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya dianugerahkan kepada Pengiran Raabi'atul. Pengiran Raabi'atul merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Bolkiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, pencabutan gelar tersebut merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Sultan Bolkiah. Oleh karena itu, pencabutan gelar kerajaan itu berlaku efektif usai diumumkan.

Kantor Kepala Protokol Kerajaan tidak menjelaskan lebih lanjut soal alasan pencabutan gelar tersebut. Namun, laporan media lokal Brunei, RTB News menyebut pencabutan gelar dilakukan menyusul perilaku Pengiran Raabi'atul yang dianggap tidak pantas dilakukan sebagai seorang istri anggota keluarga Kesultanan Brunei.

Perilaku Pengiran Raabi'atul dinilai telah mencoreng nama baik Kesultanan Brunei. Itu dianggap menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah.

Tidak disebutkan lebih detail mengenai perilaku tidak pantas yang dimaksud. Tidak ada juga keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads