Sejumlah wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diselimuti kabut asap pada Sabtu (8/8/2026) pagi. Kondisinya lebih pekat dibandingkan malam sebelumnya hingga membuat jarak pandang turun drastis.
Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah ruas jalan di Kota Sampit sejak malam hingga pagi hari. Namun, ketebalannya semakin terasa pada Sabtu pagi.
"Sejak malam tadi, tapi pagi ini yang parah," ungkap Adi Rahadi, warga Sampit, Sabtu (8/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus ekstra waspada. Pandangan ke arah depan menjadi terbatas akibat asap yang menggantung cukup tebal di dekat permukaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan jarak pandang pada Sabtu pagi berada di kisaran 300 hingga 400 meter. Pihaknya berharap kondisi tersebut berangsur membaik.
"Situasi pagi jarak pandang 300-400 meter," kata Multazam, Sabtu pagi.
Tak hanya mengganggu jarak pandang, kabut asap juga berdampak terhadap kualitas udara. BPBD Kotim meminta masyarakat menyesuaikan aktivitas, terutama kegiatan di luar ruangan. Kelompok rentan menjadi perhatian utama karena lebih berisiko terdampak buruk dari paparan polusi udara.
"Kondisi PM2.5 dalam keadaan tidak sehat. Mohon untuk penyesuaian dalam beraktivitas di luar ruang, terutama untuk aktivitas kelompok rentan," ujarnya.
"Penggunaan masker pelindung hidung dan mulut menjadi keharusan bila dipakai saat beraktivitas luar ruang," tegas Multazam.
Kemunculan kembali kabut asap terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Kotim. Kondisi angin yang relatif tenang berpotensi membuat asap bertahan lebih lama dan terkonsentrasi di dekat permukaan.
Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga juga diminta segera mencari tempat dengan kualitas udara lebih baik apabila mulai merasakan gangguan akibat paparan asap.
"Dengan jarak pandang yang hanya 300-400 meter, pengendara juga diminta menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan untuk mengantisipasi kondisi jalan yang tertutup kabut asap," pungkasnya.
