Sehari Ada 125 Hotspot di Kalteng, Langsung Dicek dari Darat hingga Udara

Sehari Ada 125 Hotspot di Kalteng, Langsung Dicek dari Darat hingga Udara

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 04 Agu 2026 21:00 WIB
Kotawaringin Timur diselimuti kabut asap karhutla.
Foto: Ilustrasi kabut asap karhutla (Dok. Istimewa)
Palangka Raya -

Sebanyak 125 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam sehari. Meski jumlahnya cukup tinggi, kondisi di lapangan hingga kini masih terkendali karena sebagian besar titik telah diverifikasi dan dinyatakan aman.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat 125 hotspot terdeteksi sepanjang 3 Agustus 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.00 WIB. Kemunculan hotspot tersebut langsung direspons tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dengan melakukan verifikasi untuk memastikan apakah titik panas tersebut benar-benar merupakan kebakaran atau hanya indikasi panas permukaan.

Pemantauan dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni patroli udara dan pengecekan langsung oleh tim di lapangan. Selain itu, petugas juga memanfaatkan sistem digital Sipongi serta indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) untuk membantu proses verifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar hotspot telah diverifikasi dan masuk kategori aman atau HS Target Clear. Beberapa wilayah yang titik panasnya telah dinyatakan aman antara lain Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas; Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan; Bulik Timur, Kabupaten Lamandau; serta Bukit Santuai, Antang Kalang dan Parenggean di Kabupaten Kotawaringin Timur. Meski demikian, Satgas Karhutla tidak menjadikan status aman tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan.

Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan seluruh sumber daya yang dimiliki terus dikerahkan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

"Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Mulai dari dukungan helikopter hingga regu pemadam di darat. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Ahmad di Palangka Raya, Selasa (4/8/2026).

Saat ini, sejumlah wilayah masih menjadi perhatian khusus karena memerlukan pemantauan dan penanganan lanjutan. Di antaranya Dusun Hilir di Kabupaten Barito Selatan, Kecamatan Paju Epat dan Paku di Kabupaten Barito Timur, serta Manuhing di Kabupaten Gunung Mas.

"Petugas terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik tersebut untuk memastikan api tidak berkembang dan menyebar ke area yang lebih luas," katanya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Satgas juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu karhutla. Terutama kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan.

"Langkah tersebut dinilai penting karena hotspot tidak selalu berarti terjadi kebakaran. Namun, setiap titik panas tetap perlu diverifikasi secara cepat untuk memastikan tidak berkembang menjadi karhutla," ujarnya.

Dengan pola penanganan melalui pemantauan satelit, patroli udara, pengecekan darat hingga pengerahan helikopter dan regu pemadam, Satgas Kalteng berupaya menjaga agar peningkatan hotspot tidak berubah menjadi kebakaran yang meluas.

Sebanyak 125 hotspot terdeteksi, tetapi mayoritas sudah dinyatakan aman. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat karena sejumlah titik masih menjadi perhatian dan ancaman karhutla di tengah musim kemarau yang belum sepenuhnya berakhir.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads