Di ujung utara Pulau Kalimantan, tepat di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, hidup seorang pria yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk menjaga beranda terdepan Indonesia. Namanya Tabi'in.
Selama 46 tahun terakhir, ia memilih tetap tinggal di kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Bukan karena tak memiliki pilihan, melainkan karena merasa memiliki tanggung jawab menjaga tanah air dari garis terdepan.
Saat ditemui dalam rangkaian Ekspedisi Merah Putih oleh Rumah Jurnalis x MyPertamina, Sabtu (1/8/2026), Tabi'in menceritakan awal mula dirinya menetap di Temajuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lahir di Desa Sekura. Namun pada 1980, bersama sejumlah warga lainnya, ia diminta menetap di Temajuk sebagai bagian dari upaya menjaga kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sejak tahun 1980 kami tinggal di Temajuk untuk menjaga perbatasan. Sampai sekarang kami tetap berada di sini," ujarnya.
Kala itu, Temajuk belum seperti sekarang. Jalan darat nyaris belum ada. Untuk menuju daerah lain, warga harus menyusuri bibir pantai atau menumpang perahu melewati laut.
Segala kebutuhan hidup harus diperjuangkan dengan akses yang terbatas. Meski demikian, mereka tetap bertahan.
"Alhamdulillah sekarang pemerintah sangat memperhatikan kami. Jalan sudah jauh lebih baik dan banyak pembangunan yang kami rasakan," katanya.
Meski pembangunan terus berjalan, satu hal yang menurut Tabi'in tidak pernah berubah adalah tekad masyarakat menjaga wilayah perbatasan. Baginya, tinggal di Temajuk bukan sekadar mencari penghidupan, tetapi juga menjaga kedaulatan negara.
"Kami tidak bosan menjaga perbatasan. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah banyak membantu masyarakat di sini," ucapnya.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tabi'in berharap perhatian pemerintah terhadap masyarakat perbatasan terus berlanjut agar pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
"Kami bersyukur karena pemerintah sudah sangat mendukung. Harapan kami, perhatian kepada masyarakat perbatasan terus dilanjutkan sehingga kami bisa terus hidup dan menjaga perbatasan dengan baik," tuturnya.
Ekspedisi Membawa Merah Putih ke Ujung Negeri
Kisah Tabi'in menjadi salah satu potret yang ditemui tim Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina di Temajuk. Ekspedisi tersebut digelar melalui pengibaran sekaligus pembagian 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kegiatan melibatkan TNI, Polri, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda hingga warga sebagai bentuk kolaborasi memperkuat semangat kebangsaan di wilayah terdepan Indonesia.
Ketua Rumah Jurnalis, Achmad Mundzirin mengatakan, Ekspedisi Merah Putih tidak sekadar membagikan bendera, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masyarakat perbatasan merupakan garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.
"Tepat 1 Agustus 2026, Rumah Jurnalis bersama Pertamina telah melaksanakan pengibaran maupun pembagian Bendera Merah Putih di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat," katanya.
Achmad mengaku terharu melihat antusiasme warga yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan. Menurutnya, sambutan masyarakat menjadi bukti bahwa rasa cinta terhadap Indonesia justru tumbuh begitu kuat di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Terlebih saat ia mendengar kisah perjuangan Tabi'in.
"Kita melihat masyarakat yang ada di perbatasan sungguh menjaga tanah air, menjaga Merah Putih kita untuk terus berkibar. Semangat ini tentunya tidak akan berakhir sampai di sini, tetapi akan terus tumbuh di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan," ujarnya.
Ia berharap seluruh bendera yang telah dibagikan dapat berkibar sepanjang bulan Agustus sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bahwa semangat kebangsaan harus terus dirawat.
"Kami berharap kepada masyarakat maupun pemerintah desa yang telah menerima Bendera Merah Putih agar mengibarkannya mulai 1 Agustus hingga peringatan 17 Agustus sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air," tuturnya.
Simak Video "Video Ekspedisi Merah Putih Hadirkan Nasionalisme, Cinta Alam-Ceria di Ujung Siak"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
