90 Siswa-Guru Diduga Keracunan MBG, Dinkes Seruyan Buka Posko

Kalimantan Tengah

90 Siswa-Guru Diduga Keracunan MBG, Dinkes Seruyan Buka Posko

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 31 Jul 2026 15:00 WIB
ilustrasi keracunan
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Dok.Detikcom
Seruyan -

Penanganan terhadap puluhan siswa dan guru SMP Negeri 1 Kuala Pembuang yang mengalami gangguan kesehatan terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan langsung membuka posko pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami mual, muntah, diare hingga demam.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Seruyan, Sarinah, mengatakan laporan awal diterima dari tim Satuan Tugas (Satgas) pada Rabu malam, 29 Juli 2026. Informasi tersebut menyebutkan sejumlah siswa mengalami diare dan demam sehingga membutuhkan pemeriksaan medis.

"Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil pendataan sementara, ada sekitar 90 siswa dan guru yang mengalami keluhan," ujar Sarinah, Jumat (31/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian siswa maupun guru sebelumnya telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga dokter praktik.

"Melihat jumlah warga sekolah yang terdampak cukup banyak, Dinkes kemudian mendirikan posko kesehatan di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang sejak Kamis (30/7/2026). Posko tersebut disiapkan untuk memudahkan pemeriksaan sekaligus memberikan penanganan kepada siswa dan guru yang masih mengalami gejala," katanya.

Dinkes Seruyan bekerja sama dengan Puskesmas Kuala Pembuang I dan menambah tenaga medis untuk memperkuat pelayanan di lokasi. Posko mulai beroperasi sekitar pukul 10.00 WIB dan awalnya dijadwalkan buka selama satu hari.

"Namun, masa operasional posko dapat diperpanjang apabila masih ditemukan siswa maupun warga sekolah lainnya yang membutuhkan pemeriksaan atau perawatan," katanya.

Peristiwa ini sebelumnya dikaitkan dengan konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan terhadap kondisi para siswa serta guru yang terdampak.

"Dinkes juga memastikan pelayanan kesehatan tetap disiapkan apabila kembali ditemukan siswa dari sekolah lain yang mengalami gejala serupa," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads