Pesisir Kotim Dilanda Krisis Air Bersih

Pesisir Kotim Dilanda Krisis Air Bersih

‎Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 26 Jul 2026 22:00 WIB
Pesisir Kotim Dilanda β€ŽKrisis Air Bersih
Ilustrasi pesisir Kotim dilanda krisis air bersih/Foto: Istimewa
Kotawaringin Timur -

Warga di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berteriak kesulitan air bersih. Dampak kekeringan memaksa warga enam desa di Kecamatan Teluk Sampit mengandalkan bantuan pasokan air bersih.

Total kebutuhan air bersih bagi warga terdampak di enam desa tersebut mencapai angka fantastis, yakni 240 ribu liter setiap pekan. Angka ini mencerminkan betapa mendesaknya situasi di lapangan.

Kepala Seksi Hukum dan Humas Perumdam Tirta Mentaya, Natalis Daud, mengonfirmasi kondisi tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menerima permohonan bantuan resmi dari pihak Kecamatan Teluk Sampit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tindak lanjut cepat, pendistribusian air bersih telah dilakukan selama lima hari terakhir. "Kami menyadari kesulitan yang dihadapi masyarakat akibat kemarau ini. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan air bersih mereka terpenuhi," ujar Natalis, Minggu (26/7/2026).

Berdasarkan data detail dari Perumdam, beban kebutuhan terbesar berada di Desa Lampuyang. Desa ini memerlukan sekitar 70 ribu liter air per minggu untuk melayani 975 kepala keluarga (KK). Tingginya kebutuhan disebabkan jumlah penduduk yang cukup besar di wilayah tersebut.

Penyaluran air juga dilakukan secara rutin setiap hari untuk mencukupi kebutuhan desa-desa lain. "Setiap hari kami distribusikan sekitar 15 ribu liter air dengan menggunakan mobil tangki kapasitas 5 ribu liter sebanyak tiga kali jalan," jelasnya.

Namun, Natalis mengakui adanya kendala operasional, yaitu keterbatasan armada pengangkut air. Hal ini menyebabkan proses pendistribusian bantuan air ke desa-desa sedikit terhambat.

Ia berharap adanya sinergi dari pihak-pihak terkait yang memiliki armada untuk turut membantu kelancaran distribusi. Meskipun menghadapi kendala pada armada distribusi, Natalis menjamin stok produksi air baku di Perumdam Tirta Mentaya masih sangat aman.

"Kapasitas produksi yang mencapai 230 liter per detik dipastikan mampu mencukupi kebutuhan pelanggan rumah tangga sekaligus menyuplai bantuan air bersih selama musim kemarau berlangsung," ujarnya.

"Kami berharap bantuan air bersih ini dapat terus mengalir secara kontinyu sampai kondisi alam kembali normal," imbuhnya.

Dengan demikian, warga di kawasan pesisir Kotim tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus khawatir kekurangan air bersih.



(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads