Perjuangan Lawan Karhutla Tumbang Nusa Tak Sekadar Padamkan Api dan Bara

Perjuangan Lawan Karhutla Tumbang Nusa Tak Sekadar Padamkan Api dan Bara

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 23 Jul 2026 14:00 WIB
Karhutla di Desa Tumbang Nusa
Karhutla di Desa Tumbang Nusa/Foto: Istimewa
Pulang Pisau -

Perjuangan personel Ditsamapta Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, bukan sekadar memadamkan kobaran api. Mereka juga harus menaklukkan medan ekstrem, mulai dari kanal yang dangkal hingga mengangkat perahu secara manual demi mencapai lokasi kebakaran.

Meski dihadapkan pada akses yang sulit, semangat personel tak surut. Tim gabungan tetap bergerak menuju titik api untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan sekitar.

Operasi pemadaman dipimpin Padal Tim Karhutla, Ipda Hervi Gogor, bersama lima personel Ditsamapta Polda Kalteng. Dalam pelaksanaannya, mereka bersinergi dengan Kapolsek Jabiren Raya Ipda David Fiderson Jaya beserta anggotanya, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, serta Dinas Kehutanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. Tim harus menyusuri kanal sepanjang sekitar dua kilometer menggunakan perahu kecil. Namun, surutnya debit air pada siang hari membuat laju perahu terhenti di sejumlah titik.

Tak ingin membuang waktu, personel turun ke air dan mendorong, bahkan mengangkat perahu secara bergantian agar perjalanan tetap bisa dilanjutkan. Sebagian perlengkapan pemadaman juga dibawa melalui jalur darat agar penanganan di lokasi dapat dilakukan lebih cepat.

Setibanya di titik kebakaran, petugas langsung menggelar peralatan dan memusatkan upaya pemadaman. Setelah api dikendalikan, tim melanjutkan proses pembasahan atau cooling down untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan memicu kebakaran kembali.

Direktur Samapta Polda Kalimantan Tengah, Kombes Viddy Dasmasela, memberikan apresiasi atas dedikasi personel yang tetap bekerja maksimal di tengah medan yang penuh tantangan.

"Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama, ketangguhan, dan kesiapsiagaan seluruh personel. Meski dihadapkan dengan medan yang sulit, personel tetap mengutamakan keselamatan serta berupaya maksimal agar api tidak semakin meluas. Sinergi bersama instansi terkait menjadi kunci dalam penanganan bencana ini," ujar Viddy, Kamis (23/7/2026).

Usai memastikan api benar-benar padam, seluruh perlengkapan dievakuasi kembali melalui jalur kanal. Beruntung, debit air mulai meningkat pada sore hari sehingga proses evakuasi menjadi lebih lancar. Perahu bermesin digunakan untuk menarik perahu yang mengangkut perlengkapan hingga seluruh personel keluar dari lokasi dengan selamat.

Komitmen Ditsamapta Polda Kalteng dalam penanggulangan karhutla, kata Viddy, akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Tengah.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor apabila menemukan titik api. Sinergi antara masyarakat dan seluruh instansi terkait menjadi kunci dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah," tutupnya.

Untuk diketahui, karhutla di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, masih menjadi perhatian serius. Hingga Kamis (23/7/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 41 hektare dengan kondisi api yang masih sulit dipadamkan karena membakar lahan gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan kebakaran yang mulai terjadi 13 Juli 2026 itu terus ditangani secara intensif oleh tim gabungan. Karakteristik lahan gambut menjadi kendala utama karena bara api masih menyala di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat padam.

"Untuk mempercepat penanganan, BPBD Pulang Pisau mengerahkan 46 personel yang dibagi dalam dua tim. Mereka bekerja bersama TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, relawan, dan unsur terkait lainnya melakukan pemadaman serta pembasahan agar api tidak kembali menyala," ujarnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads