Sebuah kapal nelayan terbalik setelah dihantam gelombang besar saat memasuki Muara Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Tiga nelayan berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu orang bernama Alan hingga kini masih dalam pencarian.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan kecelakaan itu terjadi pada Kamis (16/6/2026) sekitar pukul 19.40 Wita. Awalnya kapal yang mengangkut empat orang tersebut sempat kandas di Muara Manggar karena kondisi air surut.
"Kapal nelayan yang akan masuk ke Manggar kandas di Muara Manggar karena air sedang surut. Dikarenakan angin kencang dan ombak tinggi, kapal kemudian terbalik dihantam ombak besar sehingga empat orang penumpang terlempar keluar dari kapal," ujarnya, Jumat (17/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga korban, yakni Ruding, Sofian, dan Sukri, berhasil menyelamatkan diri ke bibir pantai. Sementara Alan belum berhasil ditemukan hingga laporan diterima Kantor SAR Balikpapan pada pukul 20.35 Wita.
"Tiga orang korban berhasil menyelamatkan diri ke bibir pantai, sementara satu orang atas nama Alan hingga saat ini masih belum ditemukan," ungkapnya.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Balikpapan langsung mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi pada pukul 20.50 Wita. Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.25 Wita, kemudian berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum memulai pencarian.
"Tentunya pencarian kami upayakan pada malam hari. Namun mengingat kondisi malam hari dan visibilitas atau jarak pandang yang terbatas, pencarian akan kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan," jelasnya.
Pencarian dilakukan hingga pukul 00.30 Wita. Namun korban belum berhasil ditemukan sehingga Tim SAR gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi malam itu dan melanjutkan pencarian pada hari kedua sesuai rencana operasi SAR dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
"Kami berharap masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di laut, agar lebih berhati-hati karena saat ini kondisi cuaca, terutama angin dan gelombang, masih cukup tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas di perairan," pungkasnya.
