2 Kali Bikin Heboh Bandara Pangkalan Bun, Pria Ini Diserahkan ke Keluarganya

2 Kali Bikin Heboh Bandara Pangkalan Bun, Pria Ini Diserahkan ke Keluarganya

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 11 Jul 2026 23:59 WIB
Ilustrasi bandara
Ilustrasi bandara/Foto: Getty Images/dmitriymoroz
Pangkalan Bun -

Suasana Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, sempat mencuri perhatian calon penumpang karena ada pria yang diduga mengalami gangguan mental terlihat mondar-mandir di area terminal sambil berbicara tidak jelas, Sabtu (11/7/2026) siang. Pria yang belakangan diketahui bernama Akel itu pertama kali datang ke bandara mengenakan kemeja putih, sarung, dan memiliki tato di tubuhnya.

Tingkah lakunya yang tampak kebingungan membuat petugas Aviation Security (Avsec) bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) segera mengambil langkah pengamanan secara persuasif. Setelah situasi dikendalikan, pihak bandara berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat untuk memberikan penanganan sesuai kondisi Akel.

Namun beberapa jam kemudian, Akel kembali terlihat berjalan kaki dari arah kawasan TNI AU menuju Bandara Iskandar. Kali ini ia mengenakan kemeja flanel hijau lengan panjang dan celana panjang cokelat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Avsec kembali mengamankannya dan berusaha menenangkan kondisinya. Tidak berhenti sampai di situ, petugas kemudian menelusuri identitas Akel.

Dalam penelusuran diketahui ia sebelumnya bekerja di sebuah rumah makan ikan asapan di kawasan Pelingkau, Kelurahan Baru. Avsec lalu menghubungi pemilik rumah makan untuk memastikan identitas sekaligus mencari informasi mengenai keluarganya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Petugas memperoleh informasi bahwa Akel masih memiliki keluarga yang tinggal di kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun. Bersama personel Polisi Militer TNI AU, Avsec kemudian mengantar Akel menuju lokasi keluarganya.

Di tengah perjalanan, Akel sempat meminta diturunkan di kawasan Bundaran Pancasila. Meski demikian, petugas tetap memastikan koordinasi dengan pihak keluarga agar Akel benar-benar kembali ke lingkungan keluarganya dengan aman.

Seorang warga di Bandara, Andika, mengaku menyaksikan langsung proses pengamanan tersebut. Menurutnya, Akel tampak kebingungan saat diajak berbicara oleh petugas.

"Saya mau pulang dari bandara melihat pria itu sedang ditanyai petugas, tapi jawabannya ngalor-ngidul, tidak jelas, seperti orang linglung," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Barat, Hazriansyah, menjelaskan saat diterima bekerja di rumah makan tersebut, pemilik usaha tidak mengetahui Akel diduga mengalami gangguan nonfisik. Ketika kondisinya berubah, pihak rumah makan tetap berupaya membantu dengan berkoordinasi bersama keluarga.

"Bahkan, hak gaji Akel selama lima hari bekerja dan bantuan tiket kapal telah disiapkan untuk diserahkan kepada keluarganya," ujar kadinsos.

Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru, Akel dipertemukan kembali dengan keluarganya. Hazriansyah mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya penelantaran, karena penanganan dilakukan melalui koordinasi antara tempat kerja, aparat keamanan, Dinas Sosial, dan keluarga hingga Akel dapat kembali ke rumah dengan selamat.

"Kami mengapresiasi kepedulian semua pihak yang terlibat. Penanganan ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik antara petugas bandara, aparat keamanan, tempat kerja, Dinas Sosial, dan keluarga menjadi kunci agar Akel dapat kembali ke keluarganya dengan aman," kata Hazriansyah.

"Jangan mudah menyimpulkan bahwa yang bersangkutan ditelantarkan. Kami memastikan setiap informasi ditindaklanjuti dan seluruh pihak saling berkoordinasi hingga akhirnya Akel berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya," tutupnya.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads