Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Bara Api Bersemayam dalam Gambut

Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Bara Api Bersemayam dalam Gambut

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 11 Jul 2026 09:06 WIB
Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa
Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa/Foto: Istimewa
Pulang Pisau -

Perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) masih berlangsung. Meski upaya pemadaman dilakukan tanpa henti, bara api yang bersembunyi di bawah lapisan gambut membuat kebakaran belum sepenuhnya dikendalikan hingga Sabtu (11/7/2016) pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, menyebut tim gabungan masih menemukan titik api aktif saat melakukan pemantauan di lapangan. Karena itu, operasi pemadaman dilanjutkan dengan fokus pada pemadaman api, pendinginan area yang telah dipadamkan, serta patroli untuk mencegah munculnya kebakaran baru.

"Titik api masih aktif saat melakukan pemantauan di lapangan. Karena itu, operasi pemadaman dilanjutkan pagi ini fokus pada pemadaman api, pendinginan area yang telah dipadamkan, serta patroli untuk mencegah munculnya kebakaran baru," ujar Herman.


Menurut Herman, seluruh personel terlebih dahulu melaksanakan apel dan pembagian tugas sebelum bergerak ke lokasi. Berbagai strategi penanganan disusun berdasarkan hasil asesmen kondisi kebakaran di lapangan.

Operasi ini didukung peralatan lengkap, termasuk mesin pompa, perahu, selang pemadam, drone pemantau, serta perangkat komunikasi yang membantu petugas menjangkau lokasi kebakaran.

Puluhan personel dari BPBD Kabupaten Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Satgas Udara, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, KPHP Kahayan Hilir, TNI, dan Polri terus bekerja sama memadamkan api yang masih aktif.

Selain api di permukaan, bara yang tersimpan di bawah lahan gambut menjadi tantangan terbesar. Kondisi cuaca yang panas, angin yang berubah arah, dan keterbatasan sumber air juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

"Luas area yang terbakar masih dalam proses pendataan dan akan diukur setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan yang jelas total di atas 31 hektare," kata Herman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ia menambahkan operasi pemadaman masih terkendala kondisi lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan, cuaca panas dengan embusan angin yang berubah-ubah, serta terbatasnya sumber air sehingga distribusi air harus dilakukan secara efektif.

"Hari ini tim gabungan akan terus memperkuat patroli di kawasan rawan, melanjutkan pendinginan secara menyeluruh, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi agar kebakaran di Tumbang Nusa segera dapat dikendalikan," pungkasnya.



(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads