Sudah 5 Hari Karhutla di Desa Eka Bahurui Kotim, Api Ancam Tiang SUTET

Sudah 5 Hari Karhutla di Desa Eka Bahurui Kotim, Api Ancam Tiang SUTET

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 09 Jul 2026 08:59 WIB
β€ŽFoto tampak tiang SUTET dekat dengan karhutla. (BPBD Kotim)
Foto: Foto tampak tiang SUTET dekat dengan karhutla. (BPBD Kotim)
Kotawaringin Timur -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, selama hampir lima hari. Kobaran api kini tidak hanya menghanguskan lahan gambut, tetapi juga mulai mengancam keberadaan tiang Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut. Terlebih api sudah hampir menyambar salah satu infrastruktur penting penyaluran listrik.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan tengah berupaya agar penanganan dilakukan secepat mungkin. Sebab jika api terus menjalar hingga ke area tiang SUTET, proses pemadaman akan semakin sulit sekaligus meningkatkan risiko terhadap infrastruktur vital tersebut.

"Kondisi area terbakar di Eka Bahurui sebenarnya membahayakan bagi tiang SUTET. Jadi, kalau tidak ditangani secara komprehensif, nanti akan semakin sulit karena di lokasi ada tiang SUTET," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Karhutla di Desa Eka Bahurui pertama kali terdeteksi melalui patroli udara pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.36 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api.


Namun, medan yang sulit ditembus, akses menuju lokasi yang terbatas, serta jauhnya sumber air membuat upaya pemadaman dari darat belum mampu menghentikan kobaran api. Melihat kondisi tersebut, BPBD Kotim mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada BNPB pada Selasa (7/7/2026).

"Permintaan itu langsung direspons dengan pengerahan armada udara untuk mempercepat pengendalian kebakaran pada Rabu kemarin," ujarnya.

Menurut Multazam, saat ini terdapat dua unit helikopter water bombing yang beroperasi di Kotim. Satu unit difokuskan memadamkan api di Desa Eka Bahurui yang hingga kini belum berhasil dipadamkan, sementara satu unit lainnya diterjunkan ke wilayah perbatasan Desa Soren dan Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, yang juga dilanda karhutla.

"Posisi saya sekarang di Desa Eka Bahurui. Jadi ada dua unit helikopter yang diterjunkan oleh BNPB. Yang pertama sasarannya Desa Eka Bahurui yang sudah hampir lima hari belum padam. Kemudian yang kedua di perbatasan Desa Soren dengan Camba," jelasnya.

BPBD berharap dukungan pemadaman dari udara mampu menekan laju penyebaran api, terutama di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prioritas utama saat ini adalah mencegah api merambat hingga ke tiang SUTET agar tidak memicu gangguan yang lebih luas terhadap infrastruktur kelistrikan di wilayah Kotawaringin Timur," pungkasnya.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads