Titah Bupati Usai Bentrok Polisi Vs Bandar Sabu di Katingan

Kalimantan Tengah

Titah Bupati Usai Bentrok Polisi Vs Bandar Sabu di Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 03 Jul 2026 08:30 WIB
Foto Bupati Katingan, Saiful. (dok Humas Pemkab Katingan)
Foto: Foto Bupati Katingan, Saiful. (dok Humas Pemkab Katingan)
Katingan -

Bentrokan yang terjadi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah membuat satu polisi gugur dan dua hilang. Hal ini langsung menyita perhatian serius Pemerintah Kabupaten Katingan.

Bupati Katingan, Saiful memberi titah pada para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat untuk terus menjaga dan mengajak warganya memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba.

Saiful menegaskan, pemberantasan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, diperlukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat agar upaya tersebut berjalan efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersama-sama kita harus menjaga lingkungan masing-masing agar tidak menjadi tempat berkembangnya peredaran narkoba," kata Saiful, Jumat (3/7/2026).

Ia mengimbau agar para pejabat daerah memberikan edukasi kepada warga mengenai bahaya narkoba, sekaligus mendukung langkah pemerintah dan kepolisian dalam memberantas peredarannya di Kabupaten Katingan.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat, baik sebagai pengguna maupun pelaku peredaran narkotika. Ia menilai narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus mengganggu keamanan dan ketertiban daerah.

"Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Mari bersatu menjaga Katingan agar tetap aman dan melindungi generasi penerus dari bahaya narkotika," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Saiful mengajak seluruh masyarakat menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Kabupaten Katingan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sebelumnya diberitakan, Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi masyarakat pada Rabu (1/7/2026) terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada dua target operasi, yakni seorang residivis narkotika berinisial BIO dan rekannya berinisial BUSU.

"Tim gabungan yang dipimpin Kasatresnarkoba berangkat sekitar Rabu pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar Kamis pukul 00.30 WIB. Sebanyak 12 personel diterjunkan, dengan sembilan anggota melakukan penangkapan dan tiga lainnya bersiaga sebagai tim pendukung di sekitar SMP setempat," ujar kapolres.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana. Polisi berhasil mengamankan BIO. Namun situasi mendadak berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Seorang pria menyerang Briptu Dedi menggunakan parang dari arah dapur. Serangan tersebut berhasil digagalkan. Tak lama kemudian, dua pria lainnya kembali menyerang Kasatresnarkoba dengan mengayunkan parang.

Melihat situasi yang membahayakan keselamatan personel, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan. Namun karena serangan terus berlangsung, petugas melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai seorang penyerang bernama Teriyo (40), yang kemudian meninggal dunia di lokasi.

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar. Puluhan orang mendatangi lokasi sambil membawa parang, balok kayu hingga senjata api rakitan. Massa kemudian mengepung anggota kepolisian yang sedang melaksanakan operasi.

Dalam kondisi kalah jumlah, tim penindakan memutuskan mundur sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Kendaraan polisi sempat dikejar mobil SUV berwarna silver dan dihadang kelompok bersenjata tajam, namun sebagian personel berhasil lolos menuju Polsek Katingan Tengah.

Sementara itu, personel lain yang terjebak di sebuah pulau kecil berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai. Dalam upaya tersebut, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga kelelahan saat berenang melawan derasnya arus sungai.

Lima anggota lainnya berhasil mencapai daratan dan bertahan dengan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi tim bantuan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, tim gabungan melakukan penyisiran. Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka bacok serius di bagian kepala.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads