Mengenal Sejarah Hari Bhayangkara dan Temanya Tahun Ini

Mengenal Sejarah Hari Bhayangkara dan Temanya Tahun Ini

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 01 Jul 2026 16:00 WIB
Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026), berlangsung meriah dengan parade defile yang menyita perhatian para tamu undangan. Sejumlah pasukan berkuda tampil gagah berbaris di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran pejabat dan undangan yang hadir. Satu per satu pasukan memberikan salam hormat sebagai simbol penghormatan dan kesiapan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Perayaan HUT Bhayangkara ke-80. Foto: Rifkianto_nugroho
Balikpapan -

Hari ini, tanggal 1 Juli 2026 diperingati sebagai Hari Bhayangkara ke-80. Memasuki usia delapan dekade, peringatan ini punya sejarah dan makna yang panjang.

Hari Bhayangkara diperingati setiap 1 Juli sebagai hari lahir Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tanggal tersebut mengacu pada diterbitkannya Penetapan Pemerintah Nomor 11 Tahun 1946 yang menetapkan Kepolisian Negara berada langsung di bawah Perdana Menteri.

Walaupun ketika itu institusi kepolisian telah ada sejak masa kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang, bentuk organisasi Polri yang ada sekarang baru mulai terbentuk setelah Indonesia merdeka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu, Polri terus mengalami berbagai perubahan, mulai dari berada di bawah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dan akhirnya dipisahkan dari TNI melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1999 dan diperkuat melalui Ketetapan MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000.

Selanjutnya, kedudukan Polri sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Tahun ini, Polri mengusung tema 80 TAHUN POLRI MENGABDI UNTUK MASYARAKAT dengan slogan "Polri untuk Masyarakat". Tema ini berlandaskan bahwa seluruh pengabdian, inovasi, hingga transformasi kelembagaan diarahkan untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan presisi.

Logo HUT ke-80 BhayangkaraLogo HUT ke-80 Bhayangkara Foto: Dok. Polri

Dilansir dari website Polri, logo Hut Bhayangkara kali ini mengusung angka 80 yang dikelilingi lingkaran merah putih serta dilengkapi tulisan Tahun Mengabdi POLRI untuk Masyarakat. Makna setiap elemen logo meliputi:

1. Bentuk Angka 80

Angka 80 melambangkan usia Polri yang telah mencapai delapan dekade. Warna yang digunakan juga memiliki filosofi tersendiri, warna emas melambangkan kemuliaan, kejayaan, prestasi, serta keberhasilan yang telah diraih Polri selama 80 tahun pengabdian. Sementara warna perak melambangkan modernisasi, profesionalisme, transparansi, dan inovasi yang terus dikembangkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

2. Lingkaran Merah Putih

Lingkaran merah putih yang mengelilingi angka 80 mengandung makna bahwa setiap langkah pengabdian Polri selalu dilandasi semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lingkaran juga melambangkan persatuan, kesinambungan, dan pengabdian yang tidak pernah terputus kepada bangsa dan negara.

3. Tulisan 'Tahun Mengabdi untuk Masyarakat dan Garis Kecepatan (Speed Lines)'

TAHUN MENGABDI POLRI UNTUK MASYARAKAT sebagai tema juga terlihat dalam logo Hari Bhayangkara ke-80. Tipografi yang tegas menunjukkan kesigapan, ketegasan, serta profesionalisme Polri dalam memberikan pelayanan terbaik. Sementara garis kecepatan melambangkan semangat Polri yang presisi, adaptif, modern, dan responsif.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads