Prabowo Singgung Gaduh Usai Pemilu: yang Kalah Ribut

Prabowo Singgung Gaduh Usai Pemilu: yang Kalah Ribut

Heri Purnomo - detikKalimantan
Jumat, 26 Jun 2026 20:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan KSTI 2026 di JCC Senayan, Jakarta. (Eva/detikcom)
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan KSTI 2026 di JCC Senayan, Jakarta. (Eva/detikcom)Foto: Eva/detikcom
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal kegaduhan yang menurutnya terjadi setiap selesai Pemilihan Umum (Pemilu). Dia juga menyebut bahwa pihak yang kalah membuat keributan.

Menurutnya, menang dan kalah dalam pemilu merupakan konsekuensi yang harus diterima dalam negara yang menganut demokrasi. Kondisi ini, kata dia, membuat Indonesia tidak maju.

Prabowo mengatakan dirinya pun memahami bahwa kekalahan dalam pemilu itu membuat kecewa. Bahkan ia sendiri pernah empat kali dalam pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kedaulatan rakyat wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan. Kita mengerti, kita mungkin tidak puas tapi alternatifnya apa? Apakah kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?" ujar Prabowo dalam pidatonya di acara Sarasehan Kebangsaan yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (26/6/2026).

Menurut Prabowo, setiap pemimpin dan kalangan intelektual harusnya mengarahkan seluruh kemampuan untuk menyelesaikan persoalan rakyat. Hal ini guna membantu rakyat Indonesia sejahtera.

"Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini? Bukankah itu segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah? Bukankah itu?" ujar Prabowo.

"Silakan kalau ada yang berpendapat lain hak. Saya katakan kita berbeda. Kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif, sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," sambungnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads