Tips Menyelamatkan Makanan di Kulkas agar Tidak Basi saat Mati Listrik

Tips Menyelamatkan Makanan di Kulkas agar Tidak Basi saat Mati Listrik

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 26 Jun 2026 06:00 WIB
refrigerator with different healthy food
Ilustrasi isi kulkas. Foto: Getty Images/iStockphoto/Maya23K
Samarinda -

Akhir-akhir ini sejumlah wilayah di Indonesia mengalami pemadaman listrik bergilir. Pemadaman yang terjadi mendadak ini merugikan banyak pihak, salah satunya ibu rumah tangga dan pelaku usaha yang mengandalkan kulkas atau freezer untuk menyimpan bahan makanan.

Jika listrik padam dalam waktu yang cukup lama, suhu di dalam kulkas bisa meningkat dan menjadi tempat bakteri berkembang lebih cepat. Perkembangan bakteri ini dapat menyebabkan makanan atau minuman di dalam kulkas menjadi mudah rusak atau basi.

Biasanya basi atau tidaknya sebuah makanan atau minuman ditentukan dengan mencicipi atau mencium makanan atau minuman tersebut. Tetapi detikers kini perlu berhati-hati, karena United States Department of Agriculture (USDA) menjelaskan bahwa makanan yang terkontaminasi bakteri berbahaya tidak selalu menunjukkan perubahan warna, bau, maupun rasa. Karena itu, mencicipi makanan untuk mengecek keamanannya justru tidak disarankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supaya makanan di kulkas tetap aman dikonsumsi setelah pemadaman listrik, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan sebelum, selama, dan setelah listrik padam. Berikut panduannya yang telah detikKalimantan rangkum dari United States Department of Agriculture (USDA) dan FoodSafety.gov.

Lakukan Ini Sebelum Mati Listrik

USDA menyarankan setiap rumah memiliki termometer khusus untuk kulkas dan freezer. Suhu ideal kulkas sebaiknya berada pada 4 derajat Celsius atau lebih rendah, sedangkan freezer berada pada minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Nah, kalau detikers tidak memiliki termometer khusus tersebut, detikers bisa menjaga suhu kulkas dengan cara tidak sering membuka menutup pintu kulkas yang dapat meningkatkan suhu. Selain itu, cara lainnya yang bisa dilakukan adalah:

  • Membekukan botol atau wadah berisi air untuk dijadikan cadangan pendingin
  • Menyimpan gel pack beku di freezer
  • Menyiapkan cooler box jika sewaktu-waktu makanan harus dipindahkan
  • Menyediakan es balok atau dry ice apabila diperkirakan pemadaman berlangsung lama

Lakukan Ini Saat Mati Listrik

Yang paling penting saat listrik padam adalah adalah jangan terlalu sering membuka pintu kulkas maupun freezer. Menurut USDA, jika pintu tetap tertutup maka kulkas bisa menjaga makanan tetap aman sampai 4 jam, sementara freezer bisa mempertahankan suhu aman sampai 48 jam.

Jika pintu kulkas terlalu sering dibuka tutup, udara dingin akan keluar dan suhu di dalam kulkas meningkat lebih cepat. Karena itu, usahakan pintu kulkas dibuka jika benar-benar diperlukan.

Jika listrik sudah padam selama empat jam dan detikers memiliki cooler box serta es, segera pindahkan makanan yang mudah rusak ke dalam cooler agar suhunya tetap berada di bawah 4 derajat Celsius.

Daftar Makanan yang Harus Dibuang atau Disimpan

Ketika listrik sudah menyala normal, tidak semua makanan yang didiamkan lama di kulkas harus langsung dibuang. Ada beberapa jenis makanan yang sangat rentan terkontaminasi bakteri sehingga tidak lagi aman dikonsumsi, tapi ada juga makanan yang masih aman dikonsumsi.

Makanan Kulkas yang Harus Dibuang

Menurut USDA, makanan berikut sebaiknya dibuang apabila berada pada suhu di atas 4 derajat Celsius selama lebih dari dua jam atau kulkas mati lebih dari empat jam:

Daging dan produk hewani

  • Daging mentah
  • Daging matang sisa makanan
  • Ayam dan unggas
  • Ikan dan seafood
  • Daging yang sedang dicairkan
  • Sosis, bacon, ham yang harus disimpan dingin
  • Pizza dengan berbagai topping
  • Kaldu
  • Sup

Produk susu

  • Susu segar
  • Krim
  • Yogurt
  • Susu kedelai
  • Susu evaporasi
  • Sour cream
  • Buttermilk

Telur

  • Telur mentah
  • Telur rebus
  • Hidangan berbahan telur
  • Produk olahan telur

Keju

  • Mozzarella
  • Brie
  • Camembert
  • Ricotta
  • Cottage cheese
  • Cream cheese
  • Muenster
  • Edam
  • Monterey Jack

Buah dan sayur

  • Buah yang sudah dipotong
  • Sayuran yang sudah dipotong
  • Sayuran matang
  • Jus sayuran yang sudah dibuka
  • Jamur dan sayuran olahan yang sudah dimasak
  • Kentang panggang
  • Salad kentang
  • Sayuran kemasan siap santap

Makanan siap saji

  • Nasi matang
  • Pasta matang
  • Mi matang
  • Salad pasta
  • Cheesecake
  • Kue berisi krim
  • Pie susu atau pie berbahan telur

Makanan yang Umumnya Masih Aman

  • Keju keras seperti cheddar, parmesan, dan romano
  • Mentega dan margarin
  • Selai kacang
  • Mustard
  • Kecap
  • Saus barbeque
  • Saus hoisin
  • Acar
  • Zaitun
  • Jeli dan selai buah
  • Buah utuh yang belum dipotong
  • Sayuran utuh yang belum dipotong
  • Jus buah yang sudah dibuka
  • Buah kaleng yang sudah dibuka
  • Buah kering
  • Roti
  • Muffin
  • Tortilla
  • Kue tanpa isian krim
  • Pancake
  • Waffle
  • Bagel
  • Pie buah

Tetapi jika muncul bau tidak normal, lendir, jamur, atau perubahan tekstur yang mencurigakan, makanan tetap sebaiknya dibuang untuk menghindari keracunan makanan. Pada akhirnya, keamanan jauh lebih penting dibanding sayang membuang makanan.

Keracunan makanan akibat bakteri seperti Salmonella, E. coli, maupun Listeria bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Karena itu, jika di wilayah detikers mengalami pemadaman listrik dalam jangka waktu cukup lama, pastikan ikuti langkah-langkah di atas dan jika ragu, maka sebaiknya makanan yang tersimpan lama di kulkas jangan dimakan.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads