Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah mendapat laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lebih dari satu lokasi. Petugas harus berpacu dengan waktu untuk memadamkan api di lahan dengan total luasan mencapai 1,78 hektare.
Karhutla pertama terjadi di Kilometer 19 Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan pada Kamis (18/6/2026) sore. Proses pemadaman berlangsung cukup lama sejak Minggu hingga Kamis karena api membakar lahan gambut yang sulit dipadamkan.
Di tengah proses penanganan tersebut, kebakaran kembali terjadi di Kilometer 8 Jalan Ahmad Shaleh, Kelurahan Mendawai Seberang pada Kamis malam. Kondisi ini membuat TRC BPBD Kobar harus bergerak cepat dengan membagi kekuatan agar kedua lokasi dapat ditangani secara bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas BPBD Kobar mendapat dukungan dari Balakar Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Mendawai Seberang, personel TNI, serta Polri. Sinergi lintas instansi menjadi kunci agar penyebaran api tidak semakin meluas.
"Terpaksa kami membagi personel, sebagian tetap melakukan penanganan di Kilometer 19 dan sebagian kami kerahkan ke Kilometer 8 Mendawai Seberang," ujar personel TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kebakaran di Kilometer 8 terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan akhirnya berhasil menguasai kobaran api sebelum meluas ke area lain.
Api membakar lahan gambut dengan karakter kebakaran di permukaan maupun di bawah permukaan tanah. Luas area yang terdampak di Kilometer 8 diperkirakan mencapai sekitar 0,53 hektare.
Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, menjelaskan luas lahan yang terbakar di Kilometer 19 mencapai sekitar 1,25 hektare. Vegetasi yang hangus didominasi semak belukar, ilalang, serta pohon kelapa sawit milik masyarakat.
Penyebab munculnya dua kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak berwenang masih mengumpulkan berbagai informasi untuk memastikan sumber awal munculnya api.
Andan mengatakan kondisi cuaca panas dan lahan gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman. Karena itu, kewaspadaan seluruh pihak sangat diperlukan agar karhutla tidak semakin meluas.
BPBD Kobar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan dan dapat mengancam keselamatan warga maupun lingkungan.
"Kami berharap kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat berbahaya. Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik untuk menghindari terjadinya karhutla," pungkas Andan.
