Ada Super New Moon, Kalimantan Waspada Banjir Rob

Ada Super New Moon, Kalimantan Waspada Banjir Rob

Widhia Arum Wibawana - detikKalimantan
Selasa, 09 Jun 2026 22:00 WIB
Seorang warga membersihkan karpet di jalan yang terendam banjir rob di Jeruju 3 Dalam, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/1/2025). BMKG Kalbar memprakirakan puncak air pasang di Kota Pontianak dan sekitarnya akan berlangsung hingga 18 Januari 2025. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/rwa.
Ilustrasi/Warga membersihkan karpet di jalan yang terendam banjir rob di Jeruju 3 Dalam, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/1/2025). Foto: Antara Foto/Jessica Wuysang
Balikpapan -

Bulan ini bakal ada Super New Moon. Peristiwa astronomi ini dapat memengaruhi kondisi pasang surut air laut, termasuk wilayah Kalimantan.

Dikutip detikNews dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang dapat terjadi di sejumlah kawasan pesisir.

Super New Moon adalah fenomena ketika fase Bulan baru terjadi saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee. Posisi tersebut membuat pengaruh gravitasi Bulan terhadap Bumi menjadi lebih kuat dibandingkan kondisi normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam informasi peringatan dini yang diterbitkan BMKG, fenomena Super New Moon diperkirakan terjadi pada 15 Juni 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peningkatan pasang air laut merupakan salah satu faktor yang dapat memicu banjir pesisir atau banjir rob, terutama di daerah yang berada dekat garis pantai dan memiliki elevasi rendah.

Kalimantan Waspada Banjir Rob

Fenomena Super New Moon pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut maksimum. Dampaknya dapat memicu terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

BMKG memperkirakan potensi banjir rob dapat terjadi pada periode 8 hingga 25 Juni 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada hasil pemantauan pasang surut, data water level, serta analisis meteorologi maritim yang dilakukan BMKG.

Menurut BMKG, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, termasuk kegiatan di pelabuhan, permukiman pantai, tambak perikanan, hingga transportasi laut. Berikut wilayah Kalimantan yang berpotensi terdampak:

  • Pesisir Kalimantan Barat
  • Pesisir Kalimantan Tengah
  • Pesisir Kalimantan Selatan
  • Pesisir Kalimantan Utara

BMKG menjelaskan bahwa waktu terjadinya banjir rob di setiap wilayah dapat berbeda sesuai karakteristik pasang surut setempat. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi dari stasiun BMKG terdekat.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads