Warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) dibuat geger setelah sebuah tengkorak ditemukan di bawah kolong jembatan pada Senin (8/6/2026) siang. Bentuknya yang menyerupai tengkorak manusia sempat memicu kepanikan dan spekulasi di tengah masyarakat.
Penemuan tersebut tepatnya terjadi di bawah jembatan Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. Informasi yang cepat menyebar membuat banyak warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung benda yang diduga bagian dari kerangka manusia tersebut.
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian bersama PMI Kotim dan unsur terkait segera melakukan pengecekan dan pengamanan di lokasi. Area penemuan sempat disterilkan untuk menghindari kerumunan warga sekaligus mempermudah proses identifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga Tulang Binatang
Hasil pemeriksaan awal oleh pihak berwajib justru mengungkap fakta yang berbeda. Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, mengatakan hasil pengecekan awal menyimpulkan bahwa tengkorak tersebut berasal dari jasad binatang, bukan manusia.
Iptu Helmi menyebut salah satu indikator utamanya adalah struktur kepala yang berbeda dengan manusia pada umumnya.
"Karena bentuk kerangka kepalanya sangat berbeda dengan kerangka kepala manusia pada umumnya," ujar Iptu Helmi kepada detikKalimantan, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan bahwa berdasarkan analisa sementara, tulang tersebut diduga kuat merupakan bagian dari satwa liar.
"Berdasarkan hasil analisa sementara, yang pasti tengkorak bukan manusia. Itu binatang, dugaan kuat tengkorak orang utan," jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap membawa kerangka tersebut ke RSUD dr Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan mendalam untuk memastikan jenis satwa tersebut secara akurat.
Tercium Bau Tak Sedap
Sebelum temuan ini mengemuka, sejumlah warga mengaku sudah beberapa waktu terakhir mencium bau tidak sedap saat melintas di sekitar kolong jembatan. Namun, mereka tidak mengetahui sumber bau tersebut hingga akhirnya dilakukan pengecekan oleh petugas.
Ketua RT setempat, Ramadani, mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada laporan warga yang hilang maupun kejadian mencurigakan di lingkungan tersebut. Ia menyebutkan bahwa wilayah tersebut memang bersinggungan dengan alam liar.
"Kawasan itu memang berada dekat habitat satwa liar sehingga kemunculan orang utan maupun beruang bukan hal yang asing bagi warga sekitar," ujar Ramadani.
Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berjalan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sembari menunggu hasil resmi dari tim identifikasi di rumah sakit.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
