Antisipasi Karhutla, Relawan di Kobar Siapkan Menara Pantau dan Hotline

Kalimantan Tengah

Antisipasi Karhutla, Relawan di Kobar Siapkan Menara Pantau dan Hotline

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 07 Jun 2026 11:59 WIB
Relwan MPA Tabur. (dok Masyarakat Peduli Api (MPA) Tatas-Bungur Tabur)
Foto: Relwan MPA Tabur. (dok Masyarakat Peduli Api (MPA) Tatas-Bungur Tabur)
Kotawaringin Barat -

Memasuki musim kemarau. Masyarakat Peduli Api (MPA) Tatas-Bungur (Tabur) mulai menyiapkan menara pantau dan hotline darurat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua MPA Tabur, Rudini, mengatakan keberadaan MPA menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi ancaman kebakaran hutan, lahan maupun permukiman yang kerap terjadi saat musim kemarau.

"Keberadaan MPA sangat penting di satu wilayah untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama dalam pencegahan bahaya kebakaran hutan dan lahan," ujar Rudini, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, relawan yang berbasis di Sungai Tatas, RT 26, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan tersebut diperkuat 10 personel yang secara rutin melakukan patroli di sejumlah titik rawan kebakaran, khususnya kawasan hutan yang berada di sekitar Sungai Arut.

MPA Tabur sendiri lahir dari inisiatif para pemuda Dusun Tatas yang prihatin terhadap kondisi wilayah mereka yang hampir setiap tahun terdampak karhutla. Semangat tersebut diwujudkan melalui pembangunan pos patroli terpadu yang juga berfungsi sebagai sekretariat organisasi di Jalan Tatas-Bungur, RT 26.

Sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan, MPA Tabur berencana membangun menara pantau untuk memudahkan deteksi dini titik panas (hotspot) di kawasan Tatas-Bungur dan sekitarnya.

Tak hanya itu, organisasi ini juga akan menyosialisasikan hotline MPA kepada masyarakat agar setiap laporan kebencanaan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

"Selain itu, kami juga akan menyosialisasikan hotline MPA Tabur kepada masyarakat. Jika terjadi kebencanaan, laporan dapat segera ditindaklanjuti," katanya.

Untuk mendukung keberlangsungan organisasi, MPA Tabur juga mengembangkan sektor perkebunan sebagai sumber pendanaan mandiri. Sebanyak ratusan pohon kelapa sawit telah ditanam di lahan seluas sekitar empat hektare yang dikelola bersama oleh para anggota.

Hasil perkebunan tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung operasional organisasi, kegiatan sosial, pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

"Sekitar empat hektare lahan telah kami tanami kelapa sawit yang dikelola oleh MPA Tabur. Hasilnya nanti selain untuk kas dan kegiatan sosial, juga untuk melengkapi sarana dan prasarana pemadam kebakaran serta meningkatkan kesejahteraan anggota," jelas Rudini.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tatas, Nurdinsyah Basri, mengungkapkan bahwa MPA Tabur juga tengah menyiapkan program pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya menciptakan kemandirian organisasi. Lahan untuk pembangunan fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik bernilai ekonomis pun telah disiapkan.

Selain pengelolaan sampah, para relawan juga berencana membangun pabrik batako guna membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian anggota.

"Pengelolaan sampah akan kami garap dalam waktu dekat. Kami juga berencana membangun pabrik batako. Kami mohon doa dan dukungannya karena ingin menciptakan kemandirian bagi para relawan yang dimulai dari MPA Tabur," pungkasnya.

Dengan berbagai program yang dijalankan, MPA Tabur tidak hanya fokus pada pencegahan karhutla, tetapi juga berupaya membangun kemandirian ekonomi relawan demi menjaga keberlanjutan organisasi dan perlindungan lingkungan di Kotawaringin Barat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Dua Relawan Sesak Napas saat Padamkan Karhutla di Rasau Jaya Kalbar"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads