Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Rasa tak percaya menyelimuti warga Kelurahan Sidorejo Warga Jalan Kasan Rejo Gang Angsa 1 RT 20, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Seorang mahasiswa ditemukan meninggal dunia dengan cara yang tragis, padahal di pagi hari masih sempat bertegur sapa.
Mahasiswa itu diketahui bernama Krist Yodi Sutarjo (27). Menurut para tetangga, korban dikenal pendiam dan ramah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi, salah seorang tetangga korban, bahkan mengaku masih sempat bertemu dan menyapa pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, tidak terlihat ada gelagat tak biasa dari korban.
"Kalau berpapasan biasanya hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Kami kaget karena tadi pagi masih terlihat," ujar Budi kepada detikKalimantan, Rabu (3/6).
Menurutnya, korban selama ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang membagikan persoalan hidupnya kepada orang lain. Sehingga warga sekitar tidak mengetahui apakah korban sedang menghadapi masalah tertentu.
Meski begitu, di tengah kabar duka yang menyebar, muncul dugaan dari sebagian warga bahwa korban tengah mengalami tekanan batin atau depresi. Namun hingga kini, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Soal kehidupan pribadinya kami tidak tahu. Ada yang menduga korban sedang mengalami depresi, tetapi kami juga tidak mengetahui secara pasti masalah yang dihadapinya," tambah Budi.
Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06.40 WIB oleh seorang warga yang sedang melakukan pekerjaan pemasangan atap di rumah milik kakak korban. Saksi kemudian segera memberitahukan istrinya untuk menghubungi pemilik rumah yang juga merupakan kakak korban.
Sementara itu Kapolsek Arut Selatan, AKP Retno menyatakan dari hasil visum tak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban. Hingga kini polisi masih mendalami penyebab dan latar belakang peristiwa tersebut serta mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan selesai.
"Yang jelas bukan tindak kriminal. murni gantung diri dari hasil visum. Ini masih didalami ya, keluarga masih kondisi berduka belum bisa dimintai keterangan lanjutan," kata Retno.
(aau/aau)
