Warga Bagendang Hilir Heboh, Ada Buaya 4 Meter di Dekat Permukiman

Warga Bagendang Hilir Heboh, Ada Buaya 4 Meter di Dekat Permukiman

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 31 Mei 2026 19:53 WIB
Tangkapan layar video penampakan buaya besar di sekitar permukiman warga di Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Istimewa)
Foto: Tangkapan layar video penampakan buaya besar di sekitar permukiman warga di Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Istimewa)
Kotawaringin Timur -

Warga Gang Garuda, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dibuat heboh dengan kemunculan seekor buaya berukuran cukup besar di sekitar permukiman warga pada Sabtu (30/5/2026) malam.

Kemunculan reptil predator tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu, buaya terlihat berada di area perairan atau lahan basah yang gelap, tidak jauh dari permukiman warga.

Keberadaan hewan buas tersebut pertama kali diketahui setelah sorotan lampu senter warga mengarah ke pinggiran aliran air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini Bang kepalanya," kata perekam dalam video berdurasi 28 detik yang diterima detikKalimantan.

Seekor buaya tampak tenang dan hanya berdiam diri di lokasi. Meski begitu, keberadaannya memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.

Dalam video terlihat buaya sedang berdiam di tepian parit atau aliran air yang berada dekat dengan rumah penduduk.

Mahmudiansyah, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kemunculan buaya tersebut, memperkirakan ukuran reptil itu cukup besar, kurang lebih empat meter panjangnya.

"Perkiraan lebih dari 4 meter panjangnya," ujarnya, Minggu (31/5/2026) malam.

Menurutnya, buaya yang muncul diduga merupakan buaya muara (Crocodylus porosus), spesies yang memang banyak ditemukan di kawasan perairan pesisir dan aliran Sungai Mentaya.

"Kemunculan buaya berukuran besar bukan kali pertama terjadi di sepanjang Sungai Mentaya. Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan predator tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran masyarakat di sini," imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Pertama KKP Kalimantan Tengah, Prio Sambodo mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi.

"Setelah saya menggali informasi sejak siang tadi hingga malam, memanh benar terkait kemunculan buaya tersebut. Karena jaraknya yang cukup jauh dari Kota Sampit petugas sudah mulai meluncur ke lokasi saat ini," ujar Prio kepada detikKalimantan, Minggu (31/5).

Di lain sisi, Prio mengingatkan masyarakat setempat agar selalu waspada terhadap potensi kemunculan satwa liar di sekitar kawasan perairan, terutama pada malam hari.

"Kami imbau khusus bagi warga di lokasi tersebut untuk mengawasi anak-anak serta menghindari aktivitas yang berisiko di sekitar perairan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads