Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sistem bundling Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk libur sekolah. Perubahan proses distribusi ini dilakukan imbas efisiensi anggaran dari pemerintah.
Dilansir detikHealth, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya menjelaskan sebelumnya ada paket bundling MBG yang diberikan kepada siswa untuk dibawa pulang sebelum libur sekolah. Setelah efisiensi, skema tersebut resmi dihapus.
"Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah, sekarang sudah tidak ada lagi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BGN juga mengubah pola distribusi MBG. Semula MBG dibagikan selama enam hari per minggu, kini dipangkas menjadi lima hari saja, mengikuti hari aktif kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sony menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan efisiensi.
"Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari," paparnya.
Sony menegaskan distribusi MBG ke depannya akan dilakukan hanya saat peserta didik berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Jika libur atau tidak ada kegiatan belajar-mengajar di sekolah, maka tidak ada pembagian MBG.
"Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG," jelasnya.
Meski terdampak efisiensi dalam pola distribusi, Sony menegaskan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa tidak akan berkurang. Justru dengan penyesuaian dari pola distribusi itu, diharapkan anggaran untuk menu dan kualitas makanan bisa lebih optimal.
"Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien," tegas Sony.
Baca selengkapnya di detikHealth.
