Viral Oknum Lurah dan Staf di Penginapan, Ngaku Ada Keperluan Urus Tanah

Regional

Viral Oknum Lurah dan Staf di Penginapan, Ngaku Ada Keperluan Urus Tanah

Tim detikSulsel - detikKalimantan
Kamis, 28 Mei 2026 09:30 WIB
Oknum Lurah MA di Pangkep digerebek Satpol PP saat berduaan di penginapan.
Foto: Oknum Lurah MA di Pangkep digerebek Satpol PP saat berduaan di penginapan. (dok. istimewa)
Balikpapan -

Viral di media sosial, oknum Lurah di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), digerebek sedang berduaan dengan seorang wanita di kamar penginapan. Oknum lurah berinisial MA itu ditemukan tengah bersama wanita berinisial MRY, staf kelurahan berstatus PPPK Paruh Waktu.

Diketahui MRY memang sering mendampingi MA untuk pengurusan administrasi pertanahan. Usai digerebek, keduanya berdalih jika dalam pengurusan tanah, keduanya harus hadir bersamaan.

Keduanya digerebek oleh anggota Satpol PP setelah menerima laporan dari warga. Penggerebekan itu terjadi di penginapan Kampung Kalibone, Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, pada Selasa (15/5) sekitar pukul 12.00 Wita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami begitu menerima telepon dari pelapor ini, kami tindak lanjuti segera. Nah, kami pada saat itu langsung ketuk (pintu kamar) dan yang bersangkutan keluar saya panggil," ujar Kasatpol PP Pangkep, Hapiluddin dikutip detikSulsel.

Oknum lurah itu langsung digiring ke kantor Satpol PP Pangkep untuk menghindari kegaduhan di lokasi. Oknum lurah itu kemudian menjalani pemeriksaan di Kantor Satpol PP Pangkep pada Selasa (26/5) lalu.

"Saya bilang, apa kita bikin di situ Pak Lurah? Dia bilang, eh sekarang begini, kemasi barang-barang tak? Pulang ke sana, saya tunggu di kantor. Jadi begitu," ungkap Hapiluddin.

"Saya sudah ambil keterangannya dua-duanya. Ini kan stafnya, ini katanya yang menangani bagian urusan administrasi masalah tanah di kelurahan," ujar Hapiluddin.

Hapiluddin mengatakan persoalan tersebut dimediasi dengan mempertemukan oknum lurah, staf dan istri sah dari MA, pada Selasa (26/5). Oknum lurah itu mengaku memang sering bersama stafnya karena urusan pekerjaan.

"Jadi memang memungkinkan selalu sama-sama pergi mengurus, karena kalau urus tanah kan harus hadir semua, termasuk dia dengan Pak Lurah. Begitulah keterangannya," katanya.

Meski alasan pekerjaan, Hapiluddin tidak menampik adanya kejanggalan mengenai lokasi pertemuan mereka di sebuah penginapan. Hal itu sempat dipertanyakan langsung kepada oknum lurah tersebut namun tidak ditanggapi.

"Itu salah satu pertanyaan (saya), kenapa mesti di penginapan. Itu saja (tidak ditanggapi)," singkatnya.

Lebih lanjut, Hapiluddin mengatakan istri oknum lurah itu syok membaca berita suaminya digerebek dengan stafnya sendiri. Namun istri oknum lurah itu memilih tidak memperpanjang persoalan dan menyelesaikan sendiri dengan suaminya.

"Sudah saya klarifikasi semua, sudah di ini (damaikan) semua. Ya itulah, mereka syok karena pemberitaan itu saja, pak lurah sudah anu (damai) dengan istrinya," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pangkep, oknum lurah tersebut mengaku tidak berbuat yang macam-macam dengan wanita tersebut. Hapiluddin menduga oknum lurah dan wanita itu tidak berbuat yang menyimpang karena petugas cepat bertindak.

"Dan dia menyampaikan bahwa tidak berbuat apa-apa (dalam kamar sama perempuan) sampai waktu kami datang. Karena mungkin posisi kami kemarin begitu menerima laporan langsung tindak lanjut secepatnya," terangnya.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads