Link Unduh Logo Hari Lahir Pancasila 2026, Tema, dan Susunan Acaranya

Link Unduh Logo Hari Lahir Pancasila 2026, Tema, dan Susunan Acaranya

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Kamis, 28 Mei 2026 08:59 WIB
Logo Hari Lahir Pancasila 2026
Foto: Dok. BPIP RI
Balikpapan -

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni merupakan salah satu momen bersejarah yang penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur dasar negara. Pada 2026 ini, pemerintah melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) telah merilis pedoman resmi pelaksanaannya.

Artikel ini akan menyajikan panduan lengkap terkait pelaksanaan Hari Lahir Pancasila 2026, mulai dari sejarah penetapan tanggal 1 Juni, tema, tautan atau link untuk mengunduh logo resmi, pedoman susunan acara upacara bendera, hingga pidato dari Kepala BPIP.

Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila ditetapkan 1 Juni berdasarkan sejarah para tokoh yang menyelenggarakan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, Pada saat itulah Ir Soekarno untuk pertama kalinya mengemukakan gagasannya mengenai lima dasar negara yang ia sebut sebagai Pancasila.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelima prinsip yang disampaikannya saat itu mencakup nilai kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan ketuhanan. Pidato bersejarah tersebut menjadi titik awal perumusan dasar negara.

Dalam prosesnya, perumusan tersebut berlanjut pada Piagam Jakarta 22 Juni 1945 hingga akhirnya mencapai rumusan final yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Untuk menghormati dan mengenang momen bersejarah saat Pancasila pertama kali digaungkan, Presiden ke-7 Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016. Sejak saat itu, 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional.

Tema Hari Lahir Pancasila 2026

Dikutip dari Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 Tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 memiliki tema resmi "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia".

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di tingkat pusat akan digelar pada hari Senin, tanggal 1 Juni 2026, pukul 10.00 WIB di Jakarta, dengan Presiden sebagai inspektur upacara. Sementara di lembaga formal lain digelar pagi hari sebelum upacara di tingkat pusat dimulai.

Logo Hari Lahir Pancasila 2026

BPIP juga telah menetapkan logo Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Logonya tetap Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara saat ini, namun ditambah dengan tulisan. Penggunaan lambang orisinal Garuda menjadi pengingat bahwa keberagaman Indonesia tetap disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Hal ini penting dikarenakan beberapa hal, yakni menjaga kesakralan lambang negara, memperkuat identitas nasional, menghindari tafsir simbol yang berlebihan, serta menghidupkan kembali memori kolektif bangsa.

Link Download

Untuk menyamakan atribut di seluruh Indonesia dalam memperingati Hari Lahir Pancasila 2026, BPIP menyiapkan materi visualnya secara daring. Masyarakat dapat mengakses dan mengunduh logo secara langsung melalui link resmi dari BPIP.

Berikut tautan unduh atau link download logo Hari Lahir Pancasila 2026:

Link download logo Hari Lahir Pancasila 2026

Susunan Acara Upacara Hari Lahir Pancasila

Bagi yang akan menyelenggarakan upacara, berikut adalah susunan acara minimal untuk Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah dan satuan pendidikan formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan:

  1. Persiapan upacara
  2. Pasukan upacara memasuki tempat upacara
  3. Komandan Upacara memasuki tempat upacara
  4. Laporan
  5. Inspektur Upacara memasuki tempat upacara
  6. Penghormatan Pasukan
  7. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  8. Pengibaran Sang Merah Putih
  9. Mengheningkan cipta
  10. Pembacaan teks Pancasila
  11. Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  12. Amanat Inspektur Upacara
  13. Pembacaan doa
  14. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara
  15. Penghormatan Pasukan
  16. Inspektur Upacara meninggalkan tempat upacara
  17. Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara
  18. Upacara selesai

Sebagai tambahan informasi, dokumen tersebut juga menegaskan bahwa rangkaian upacara ini harus sudah selesai sebelum waktu pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di tingkat pusat dimulai (pukul 10.00 WIB).

Pidato Kepala BPIP

Berikut adalah pidato Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi yang dapat dibacakan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Rahayu, Rahayu, Salam Pancasila!

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.

Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Rahayu, Rahayu, Rahayu, Salam Pancasila!

Kepala BPIP
Yudian Wahyudi

Demikian tadi informasi lengkap mengenai peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, mulai dari sejarah penetapan tanggal 1 Juni, tema, tautan atau link untuk mengunduh logo resmi, pedoman susunan acara upacara bendera, hingga pidato dari Kepala BPIP.

Halaman 2 dari 2
(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads